Kerjasama Kawasan Asia Pasifik di Bidang Lingkungan – Asia-Pacific Rainforest Partnership

Kerjasama Kawasan Asia Pasifik di Bidang Lingkungan – Asia-Pacific Rainforest Partnership

May 17, 2020 0 By ashipner

Kerjasama Kawasan Asia Pasifik di Bidang Lingkungan – Asia-Pacific Rainforest Partnership – Saat ini, dunia tengah menghadapi tingkat polusi udara yang sangat tinggi. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab polusi udara salah satunya adalah kebakaran hutan. Di Indonesia, kebakaran hutan hampir terjadi setiap tahunnya. Ada banyak penyebab kebakaran hutan baik faktor alam maupun disengaja oleh manusia. Oleh karena itu, perlu ada pengawasan khusus sehingga kebakaran hutan dapat dicegah. Di sisi lain, kawasan Asia Pasifik merupakan salah satu kawasan di dunia yang memiliki hutan hujan tropis yang sangat luas. Hutan hujan tropis di kawasan Asia Pasifik mempunyai luas sekitar 740 juta hektar. Luas ini menjadikan hutan hujan tropis di Asia Pasifik merupakan penyumbang sekitar 18% hutan hujan di dunia. Oleh karena itu, hutan hujan tropis yang ada di kawasan Asia Pasifik merupakan salah satu sumber paru-paru dunia. Sehingga, keberadaanya harus selalu dijaga.

Untuk dapat melindungi hutan hujan tropis yang ada di kawasan Asia Pasifik serta menanggulangi pencemaran dan polusi udara yang semakin besar, dibentuklah suatu forum kerjasama di bidang lingkungan di kawasan Asia Pasifik. Forum kerjasama bidang lingkungan di kawasan Asia Pasifik ini disebut dengan Asia – Pacific Rainforest Partnership (APRP). Forum kerjasama di bidang lingkungan ini didasari pada hasil kesepakatan yang termuat dari Paris Agreement dan REDD+. Hasil kesepakatan dari dua pertemuan tersebut bertujuan untuk mengurangi emisi dan polusi udara dari pembakaran hutan.

Ada beberapa poin yang menjadi fokus dari APRP ini seperti merestorasi hutan yang telah terdegradasi dan melindungi hutan yang mempunyai nilai konservasi yang tinggi. Banyak hutan yang ada di kawasan Asia Tenggara mengalami degradasi. Hal ini disebabkan karena adanya pembukaan lahan melalui penebangan liar ataupun pembakaran. Sementara itu, di sisi lain, hutan yang ada di kawasan Asia Pasifik bukan hanya sebagai sumber paru-paru dunia akan tetapi juga sebagai sumber konservasi bagi flora dan fauna. APRP juga berfokus pada pemberian informasi terkait kebijakan politik nasional yang menangani degradasi dari hutan hujan tropis dan memberi dukungan pada perkembangan ekonomi negara bersangkutan. Selain itu, APRP juga berfokus pada peningkatan ilmu pengetahuan terkait konservasi, biodiversity, dan kelangkaan flora serta fauna yang ada di hutan hujan tropis tersebut. APRP juga mempunyai fokus pada peningkatan kolaborasi antara negara-negara yang ada di kawasan Asia Pasifik untuk meningkatkan peningkatan pengawasan hutan hujan tropis terkait pembalakan liar dan pembakaran hutan. APRP juga membantu negara anggota untuk dapat meningkatkan sistem ketahanan nasional dan sistem monitoring agar dapat mengimplementasikan hasil dari REDD+.

APRP telah mengadakan beberapa pertemuan rutin sejak tahun 2014. Pertemuan pertama ini dilakukan pada tahun 2014 yang bertempat di Australia. Forum pertemuan APRP dinamakan sebagai Asia – Pasific Rainforest Summit atau APRS. Pemerintah Australia merupakan tuan rumah pertama dari ASPS. Setelah itu, pada tahun 2016 tepatnya bulan Agustus, APRS yang kedua resmi diadakan di Brunie Darussalam. Pada pertemuan kedua ini, topik yang dibahas lebih mengarah pada bagaimana peningkatan konservasi hutan, perubahan iklim, dan implementasi dari Paris Agreement pada kawasan Asia Pasifik. Sementara itu, pertemuan APRS yang ketiga dilaksanakan di Yogyakarta oleh Pemerintah Indonesia yang bekerjasama oleh Pemerintah Australia. Fokus pembicaan APRS yang ketiga adalah bagaimana cara melindungi hutan hujan tropis dan juga mendukung perkembangan ekonomi.