Daftar Negara yang Melakukan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik

Daftar Negara yang Melakukan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik

Daftar Negara yang Melakukan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik – APEC sendiri merupakan sebuah organisasi yang memiliki tujuan utama untuk mensejahterakan para anggotanya khususnya di kawasan Asia Pasifik. Organisasi yang sudah ada sejak tahun 1989 itu diprakarsai oleh 12. Di mana kedua belas negara itu mempunyai garis pantai yang ada di samudra Pasifik. Lantas siapa saja negara yang memprakarsai berdirinya kerjasama ekonomi Asia Pasifik itu?.

7 Negara yang Memprakarsai Berdirinya Organisasi APEC

Setidaknya terdapat 7 negara yang melatarbelakangi berdirinya kerjasama ekonomi Asia Pasifik yang perlu Anda ketahui. Dimana sebagian besar negara itu memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak. Adapun delapan negara yang dimaksud itu seperti berikut ini.

1. Australia
Australia menjadi negara pertama yang melatarbelakangi berdirinya kerjasama Asia Pasifik. Bahkan di tahun 1989 Australia menjadi tuan rumah pertama untuk penyelenggaraan KTT APEC. Negara yang terkenal karena binatang kanggurunya ini memiliki jumlah penduduk sekitar 26 juta orang. Dengan jumlah penduduk yang banyak itu membuat Australia termasuk ke dalam negara terpadat. Sedangkan untuk mata uang yang digunakan oleh negara itu berupa dolar Australia.

2. Brunei Darussalam

Negara selanjutnya yang memprakarsai berdirinya kerjasama ekonomi Asia Pasifik yaitu Brunei Darussalam. Negara dengan luas wilayah 5765 KM ini lokasinya berdekatan dengan pulau Kalimantan dan hampir sebagian menyentuh laut Tiongkok Selatan. Di Asia tenggara sendiri Brunei Darussalam mempunyai indeks pembangunan manusia yang cukup tinggi. Dengan begitu menyebabkannya bisa dikelompokkan menjadi negara maju. Berdasarkan dana moneter internasional produk domestik bruto yang dihasilkan oleh Brunei Darussalam itu per kapitalnya termasuk terbesar kelima di dunia. Bukan hanya itu saja namun Brunei Darussalam juga dikenal karena kemakmurannya dan ketegasannya dalam menjalankan syariat Islam dengan baik. Hingga tahun 2020 jumlah penduduk negara Brunei Darussalam mencapai 460,345 jiwa.

3. Korea Selatan

Korea Selatan menjadi negara ketiga yang memprakarsai berdirinya kerjasama ekonomi Asia Pasifik. Negara yang dikenal dengan nama Hunk gula ini diketahui mulai bergabung dengan APEC pada tahun 1991 yang kala itu pemimpin tuan rumahnya adalah presiden Roh Tae Woo. Untuk musimnya sendiri Korea Selatan berjumlah 3 yang masing-masing dipengaruhi oleh iklim dari daratan Asia. Adapun beberapa musim yang ada di Korea Selatan seperti berikut.

  • Musim panas

Musim pertama yang ada di Korea Selatan adalah panas. Umumnya musim panas itu akan berlangsung setiap bulan Juni yang suhunya bisa mencapai 40 derajat Celcius. Di mana suhu 40 derajat Celcius itu sering terjadi di kota di Daegu.

  • Musim Hujan

Pengaruh iklim dari daratan Asia menyebabkan Korea Selatan memiliki musim hujan. Untuk musim hujan di Korea Selatan sendiri jatuh setiap akhir bulan mulai juli hingga Agustus di berbagai semenanjung. Bahkan ketika sedang musim hujan negara itu bisa merasakan suhu hingga minus 10 derajat di berbagai provinsi.

  • Musim Gugur

Negara Korea Selatan juga mempunyai musim gugur yang biasanya akan terjadi pada musim panas. Tidak jarang ketika musim gugur telah tiba Korea Selatan kerap mendapatkan serangan berupa angin Taifun. Diketahui angin Taifun itu juga bisa memakan banyak korban jiwa.

4. Kanada

Diketahui negara Kanada bergabung dengan APEC pada tahun 1997. Di kawasan Amerika Serikat Kanada merupakan negara yang lokasinya berada di paling utara. Negara yang dikenal dengan sistem kerajaan ini memiliki 10 provinsi dan 3 teritori dengan menganut sistem desentralisasi. Dikarenakan sistem perekonomiannya tergantung pada hasil alam membuat Kanada termasuk ke dalam negara maju. Oleh karenanya tidak heran jika sistem perekonomian di Kanada menjadi terbesar ke-10 di dunia. Perlu diketahui bahwa jumlah imigran yang ada di Kanada itu termasuk paling besar apabila dibandingkan dengan negara lainnya. Untuk jumlah penduduknya sendiri hingga Tahun 2022 mencapai 38.929.902 juta jiwa.

5. Singapura

Negara yang lokasinya tidak jauh dari Indonesia ini telah menjadi anggota kerjasama ekonomi Asia Pasifik sejak tahun 1990. Pada saat itu ketika bergabung Singapura dipimpin oleh perdana menteri bernama Goh Chok Tong. Singapura juga pernah menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan KTT APEC di tahun 1990. Menurut sejarahnya negara yang lokasinya berada di ujung selatan semenanjung Malaya ini memiliki imigran panjang. Selain itu penduduk dari Singapura juga cukup beragam yang terdiri dari orang Melayu, India, Arab dan keturunan Asia. Untuk itu wajar jika negara yang tidak terlalu luas ini mempunyai jumlah penduduk hingga 6 juta jiwa.

6. Amerika Serikat

Ternyata anggota dari kerjasama ekonomi Asia Pasifik itu juga ada yang berasal dari benua Eropa yakin Amerika Serikat. Untuk Amerika Serikat sendiri mulai bergabung dengan APEC sejak tahun 1993. Dengan luas wilayah mencapai 3,79 juta mil menyebabkan Paman Sam menjadi negara terluas keempat di dunia. Selain itu Amerika Serikat juga termasuk negara multi teknik dan multikultural sama seperti Indonesia. Penyebab utama mengapa Amerika Serikat menjadi multiteknik dikarenakan adanya beberapa imigran besar-besaran yang menjadikan negara itu sebagai tempat tujuan. Diketahui penduduk asli Amerika Serikat itu berasal dari migrasi Asia ke daratan yang sudah terjadi sejak 15.000 lalu.

7. Malaysia

Negara berikutnya yang juga memprakarsai terbentuknya kerjasama ekonomi Asia Pasifik yaitu Malaysia. Malaysia bergabung dengan APEC sejak tahun 1992 dan pernah menjadi tuan rumah KTT di tahun 2020. Namun sayangnya KTT APEC yang diselenggarakan di Malaysia itu hanya dilakukan secara online. Hal itu dikarenakan pada saat Malaysia menjadi tuan rumah kondisi dunia sedang dilanda oleh pandemi covid-19. Untuk jumlah penduduknya sendiri hingga saat ini telah mencapai 33 juta jiwa dengan pendapatan domestik bruto sebesar $ 439,373 miliar.

Demikianlah ulasan singkat tentang beberapa negara yang memprakarsai terbentuknya kerjasama ekonomi Asia Pasifik.

8 Faktor Penyebab Polusi di Asia Pasifik

8 Faktor Penyebab Polusi di Asia Pasifik – Polusi lingkungan menjadi permasalahan umum yang kerap dihadapi oleh negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Bahkan saking parahnya permasalahan itu membuat antar negara di Asia Pasifik bekerja sama untuk mengatasinya. Umumnya penyebab dari pencemaran lingkungan itu dikarenakan para penduduknya membuang sampah secara sembarangan.

Namun bukan hanya itu saja masih banyak lagi faktor yang menjadi penyebab terjadinya pencemaran lingkungan di Asia Pasifik itu. Untuk mengetahui apa saja faktor penyebab pencemaran lingkungan tersebut langsung baca ulasan di bawah ini hingga selesai.

Beberapa Penyebab Polusi Lingkungan di Asia Pasifik

Tentunya agar bisa mengatasi pencemaran lingkungan yang terjadi di Asia Pasifik perlu mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Adapun delapan penyebab polusi yang terjadi di Asia Pasifik seperti di bawah ini.

  • Penggunaan Bahan Peledak untuk Menangkap Ikan

Permasalahan pencemaran lingkungan pertama yang terjadi di Asia Pasifik adalah polusi air. Polusi itu terjadi dikarenakan air di sungai maupun laut terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia yang berasal dari peledak atau racun untuk menangkap ikan. Bukan hanya itu saja peledak tersebut juga bisa mengganggu ekosistem di laut menjadi rusak dan tidak sehat lagi. Bahkan yang lebih parahnya terumbu karang dan habitat laut akan musnah dikarenakan racun tersebut. Untuk itu agar hal ini tidak terjadi disarankan bagi para nelayan yang hendak menangkap ikan perlu menggunakan alat-alat dan bahan bersifat aman.

  • Kegiatan Penebangan Pohon Secara Liar

Diketahui permukaan tanah yang ada di kawasan Asia pasific itu jumlahnya semakin sedikit ketika hujan turun. Umumnya permasalahan ini bisa terjadi dikarenakan hutan yang gundul sehingga tanah akan terbawa arus air dan mengalir ke sungai. Kegiatan penebangan hutan secara sembarangan ini juga akan memberikan dampak pada tanah menjadi longsor dikarenakan tidak bisa menampung air hujan sehingga mudah terkikis. Dalam hal ini untuk mengatasi permasalahan tersebut bisa dilakukan dengan melakukan tebang pilih dan reboisasi atau penghijauan.

  • Asap Rokok

Selain pencemaran tanah, ternyata tidak sedikit Negara di kawasan Asia Pasifik yang mengalami permasalahan polusi udara. Kebanyakan penyebab dari polusi udara ini dikarenakan asap rokok yang mengandung zat-zat berbahaya. Zat-zat yang terkandung dalam rokok itu tidak hanya berbahaya untuk pelakunya saja namun juga orang-orang di sekitar. Di mana orang-orang yang menghirup asap rokok itu jauh lebih riskan terkena berbagai penyakit mulai dari kanker, paru-paru dan sesak nafas. Untuk mengatasi permasalahan itu biasanya negara di kawasan Asia Pasifik telah menyediakan ruangan khusus rokok bagi para pengguna.

  • Pencemaran dari Bahan Radioaktif

Pencemaran dari bahan radioaktif juga permasalahan yang saat ini banyak dikeluhkan oleh negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Jika permasalahan ini tidak segera diatasi bisa mengakibatkan mutasi gen yang menimbulkan penyakit berbahaya seperti kanker atau tumor. Biasanya debu radioaktif yang menjadi penyebab pencemaran udara ini berasal dari bom, reaktor nuklir dan lain-lain. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu menghindari pembuatan bom menggunakan bahan-bahan yang mengandung radioaktif dan zat kimia berbahaya bagi tubuh manusia.

  • Asap dari Kendaraan Bermotor

Pencemaran udara yang terjadi di kawasan Asia Pasifik itu kebanyakan disebabkan karena asap dari kendaraan bermotor. Asap kendaraan bermotor itu kurang baik untuk kesehatan manusia dan bisa mengganggu proses fotosintesis pada tumbuhan. Hal itu dikarenakan asap dari kendaraan bermotor mengandung hasil pembakaran yang tidak sempurna dan kurang ramah terhadap lingkungan. Cara mengatasi permasalahan tersebut bisa dilakukan dengan cara menggunakan masker dan mengurangi pemakaian kendaraan roda dua dan empat.

  • Pembakaran Sampah Sembarangan

Dikarenakan hampir sebagian besar negara di kawasan Asia Pasifik itu memiliki jumlah penduduk yang banyak, namun wilayahnya tidak terlalu luas. Menyebabkan untuk menemukan area pembakaran sampah sangatlah sulit dilakukan, sehingga pada akhirnya para penduduk akan membakar sampah secara sembarangan yang bisa mengakibatkan pencemaran lingkungan khususnya udara. Pencemaran yang diakibatkan karena sampah ini juga bisa menjadi penyakit untuk manusia yang menghirup asapnya. Dalam hal ini salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya yaitu menerapkan sistem membuang sampah dengan cara dikubur maupun ditanam.

  • Pencemaran Tanah

Umumnya permasalahan pencemaran tanah yang terjadi di beberapa negara di kawasan Asia Pasifik itu dikarenakan penggunaan bahan kimia buatan manusia yang bisa mengubah strukturnya. Tidak hanya itu saja namun penyebab pencemaran tanah ini juga kerap diakibatkan adanya kebocoran limbah cair, penggunaan pestisida berlebihan dan penimbunan sampah yang tidak benar. Zat beracun yang ada di dalam tanah itu bisa memberikan dampak negatif kepada manusia apabila tersentuh. Untuk mengatasinya bisa dilakukan dengan menyediakan tempat pembuangan sampah organik dan anorganik. Selain itu bisa juga dilakukan dengan mendaur ulang sampah anorganik menjadi barang-barang yang berguna lagi.

  •  Pencemaran Suara

Pencemaran suara sendiri merupakan kondisi dimana bunyi tidak diinginkan masuk ke dalam pemukiman penduduk yang bisa mengganggu aktivitas manusia sehari-hari. Untuk penyebab dari pencemaran suara ini bisa berupa mesin pabrik, kendaraan bermotor dan peralatan elektronik lainnya. Cara mengatasi pencemaran suara sendiri bisa dibilang sangatlah mudah yakin cukup memasang alat peredam di dalam ruangan. Di mana untuk mendapatkan alat peredam suara itu bisa dengan cara membelinya di toko bangunan terdekat dengan harga yang sangat terjangkau.

Itulah tadi ulasan singkat beberapa faktor yang menyebabkan pencemaran lingkungan di kawasan Asia Pasifik dan harus segera diatasi.

Tingginya Korban Meninggal di Kawasan Asia Pasifik

Tingginya Korban Meninggal di Kawasan Asia Pasifik – Terjadinya musibah di negara asia pasifik bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Bentuk bencana berbeda-beda ada yang dalam musibah banjir, gempa bumi, angin puting beliung, tsunami, gunung meletus dan masih banyak yang lain.

Musibah yang disebabkan oleh gejala alam ini bisa diprediksi kedatangannya. Tetapi untuk menghindari musibah tidak ada yang bisa mengantisipasi.

Selain musibah ini disebabkan oleh gelaja alam, ada pula musibah yang disebabkan oleh ulah manusia. Seperti halnya banjir yang disebabkan oleh kurang disiplinnya manusia dalam membuang sampah.

Terjadinya musibah banjir ada banyak faktor penyebabnya. Kejadiannya biasa terjadi di kota besar, karena kurang adanya resapan air. Kurangnya pohon yang berfungsi untuk mencerap kadar air yang ada.

Maka saat intensitas air datang lebih banyak, maka banjir pun akan terjadi. Korban akan datang berjatuhan mulai dari yang ringan hingga meninggal dunia.

Tidak hanya musibah banjir yang berawal dari ulah manusia yang kurang memperhatikan kaidah-kaidah kehidupan yang ideal. Musibah lain seperti polusi udara juga bisa menyebabkan masalah kemanusiaan seperti korban meninggal.

Disisi lain, polusi udara berdampak pada masalah kesehatan masyarakat. Khususnya di kota-kota besar yang banyak sekali perihal yang menyebabkannya. Misalnya berasal dari asap kendaraan bermotor, asap limbah pabrik, bahkan kebakaran hutan.

Dampak dari polusi udara yang ada hubungannya dengan persoalan kemanusiaan ini yang menjadi sorotan bersama negara asia pasifik untuk dilakukan kejasama yang saling menguntungkan.

Pasalnya, persoalan ini bukan masalah satu dua negara saja, tetapi masalah bersama yang perlu diatasi secara gotong royong.

Upaya mengatasi persoalan polusi udara ini dilakukan dalam berbagai macam kerjasama antar negara.

Pernyataan PBB terkait Polusi Udara di Kawasan Asia Pasifik dan Kerjasama yang Dilakukan
1. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyampaikan bahwa meningkatnya polusi udara di kawasan asia pasifik menjadikan bencana, karena jutaan orang meninggal setiap tahunnya, bahkan catatan di dunia 70% terjadi di wilayah ini.

2. Persoalan ini menjadikan biaya sosial ekonomi menjadi meningkat, karena polusi yang disebabkan oleh kebakaran hutan, kompor yang kurang standar dan asap kendaraan bermotor. Hal ini menyebabkan masalah kesehatan yang diakibatkan oleh polusi udara.

3. Bentuk kerjasama yang dilakukan adalah dengan penanganan berbasis teknologi saat terjadi musibah seperti kebakaran hutan, penggunaan bahan bakar yang tidak ramah lingkungan.

4. Disisi lain, kerjasama yang ada dilakukan dengan mengumpulkan para pakar dan ilmuwan untuk mengatasi persoalan polusi udara yang mengemuka.

5. Secara mandiri menjaga batas negara teoritorial dalam menanggulangi kerusakan atmosfer oleh polusi serta menegakkan peraturan (hukum) masing-masing negara. Banyak korban meninggal akibat dari musibah polusi asap di kawasan asia pasifik.

Dikarenakan seperti pembakaran hutan secara liar yang berdampak pada polusi udara. Korban bisa terus meningkat akibat dari persoalan ini. Jadi, tidak hanya bencana yang disebabkan oleh faktor alam saja. Faktor manusia juga menjadi penentu terjadinya musibah dan bisa memakan korban jiwa.

Melalui kerjasama yang baik dalam bidang politik, ekonomi, teknologi dan riset ilmiah diharapkan menjadikan persoalan polusi di wilayah asia pasifik bisa dikurangi.

Upaya internal dari masing-masing negara perlu dilakukan. Selain menegakkan hukum, aktivitas yang baik seperti memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya pembakaran hutan secara liar akan sangat membahayakan.

Disisi lain, melalui campur tangan pemerintah, perihal mengatasi polusi udara dari sisi mesin tidak ramah lingkungan bisa dilakukan.

Yakni dengan mengakomodir kendaraan dengan bahan bakar emisi renda. Selanjutnya, menggunakan alat masak yang rendah asap juga bisa dilakukan.

Mengenal Kerjasama di Bidang Pendidikan dan Kesehatan di Asia Pasifik

Mengenal Kerjasama di Bidang Pendidikan dan Kesehatan di Asia Pasifik – Kawasan Asia Pasifik merupakan salah satu kawasan yang memegang peranan penting di dunia internasional. Kawasan ini terdiri dari berbagai negara yang berbeda blok seperti Australia dan Selandia Baru, Asia Tenggara, Asia Timur, Kepulauan Hawai, dan Amerika Utara. Oleh karena itu, untuk mendukung perkembangan segala aspek kehidupan di kawasan Asia Pasifik, beberapa negara membuat kerjasama multilateral di berbagai macam bidang. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua negara yang ada di kawasan Asia Pasifik memiliki tujuan yang sama demi perkembangan negara yang lebih baik. Ada berbagai macam kerjasama yang telah dibuat baik dalam bentuk organisasi profit, organisasi non profit, maupun pakta kerjasama.

Asiapacificpartnership – Salah satu bidang yang menjadi fokus pengembangan dari negara yang ada di kawasan Asia Pasifik adalah bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan semakin tinggi kualitas pendidikan suatu negara, maka akan semakin baik pula perkembangan negara tersebut di masa yang akan datang. Kerjasama di bidang pendidikan antara negara di kawasan Asia Pasifik menghasilkan satu organisasi non profit yang bernama The Consortium of Asia-Pacific Education Universities (CAPEU). Organisasi ini memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di kawasan Asia Pasifik dengan cara mendukung penelitian, menyediakan training bagi guru, serta berkontribusi terhadap komunitas masyarakat.

Ada beberapa program yang disediakan oleh CAPEU. Salah satu program tersebut adalah Consortium. Program ini menjadi salah satu wadah bagi perguruan tinggi yang ada di kawasan Asia Pasifik untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang mereka miliki. Ada berbagai macam manfaat yang bisa didapatkan bagi peserta yang mengikuti Consortium. Beberapa keuntungan tersebut adalah menyediakan platform untuk dialog dan diskusi dari anggota Consortium, menyediakan kesempatan untuk dapat mempublikasikan penelitian id berbagai macam jurnal, menjadi tempat pengembangan institusi pendidikan dan menampilkan hal terbaik dari sistem pendidikan masing – masing negara yang ada di kawasan Asia Pasifik.

Sementara itu, kerjasama di bidang kesehatan oleh negara yang ada di kawasan Asia Pasifik adalah dengan mendirikan Asia Pacific Observatory of Health Systems and Policies (APO). Secara umum, APO adalah sebuah bentuk kerjasama dari pemerintah beberapa negara di Asia Pasifik mengenai penelitian tentang kesehatan, peningkatan mutu kesehatan, serta kebijakan yang berhubungan di bidang kesehatan dan diterapkan di Asia Pacific. Selain itu, anggota dari APO bukan hanya negara – negara yang ada di kawasan Asia Pasifik saja akan tetapi juga beberapa organisasi pendukung yang turut mengembangkan sistem kesehatan yang ada di kawasan Asia Pasifik. Beberapa negara dan organisasi yang tergabung menjadi anggota APO adalah Fiji, Republik Korea, Hongkong SAR, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Asian Development Bank, World Bank, Department of Foreign Affairs and Trade Australia (DFAT) serta WHO – Western Pacific Region and South East Asia Region.

Baca juga : Mengenal Organisasi Asia Pasifik di Bidang Ekonomi dan Sosial Budaya

Sebagai sebuah kerjasama yang dibentuk di bidang kesehatan, APO telah memiliki berbagai produk kerjasama di bidang kesehatan dan digunakan di berbagai negara yang ada di kawasan Asia Pasifik. Hasil dari kerjasama APO adalah COVID-19 Health Systems Response Monitor, HiT Policy Notes, Health System in Transition reviews (HiT), Journal Publications, Comparative Country Studies, Policy Briefs, dan Policy Discussion. Sementara itu, untuk memastikan pengelolaan APO dapat berjalan dengan baik, maka dibentuklah sebuah struktur kepengurusan APO yang terdiri dari The APO Board, Strategic Technical Advisory Committee (STAC), Secretariat, dan Partner Research Institutions.

Mengenal Organisasi Asia Pasifik di Bidang Ekonomi dan Sosial Budaya

Mengenal Organisasi Asia Pasifik di Bidang Ekonomi dan Sosial Budaya – Kawasan Asia Pasifik merupakan sebuah kawasan yang terletak di antara Benua Asia dengan Samudra Pasifik. Kawasan ini terdiri dari beberapa daerah yaitu Asia Tenggara, Asia Timur, Australia dan Selandia Baru, dan Amerika Utara. Demi mewujudkan perdamaian di kawasan serta kemakmuran bagi negara yang ada di kawasan Asia Pasifik, maka beberapa negara di Asia Pasifik membentuk sebuah kerjasama multilateral yang pada akhirnya membentuk sebuah organisasi. Salah satunya adalah kerjasama di bidang ekonomi. Organisasi bagi negara yang ada di kawasan Asia Pasifik dalam bidang ekonomi disebut dengan Asia Pacific Economy Cooperation (APEC).

APEC adalah sebuah organisasi yang memiliki fokus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi negara – negara yang ada di kawasan Asia Pasifik. Selain itu, APEC juga berfokus untuk meningkatkan aktivitas perdagangan bebas yang ada di kawasan Asia Pasifik. APEC telah berdiri sejak tahun 1989 dengan kantor pusat di Singapura. Hingga saat ini, APEC telah memiliki 21 anggota yang ada di kawasan Asia Pasifik. Awalnya, APEC didirikan sebagai bentuk perlindungan bagi negara di kawasan Asia Pasifik dimana saat itu banyaknya blok perdagangan dan ancaman Jepang yang akan mendominasi sektor perdagangan. Selain itu, APEC juga bertujuan agar perdagangan yang ada di kawasan Asia Pasifik dapat lebih produktif dan mengakomodasi negara anggota. APEC secara rutin mengadakan pertemuan setiap tahunnya. Pertemuan tersebut dihadiri oleh kepala pemerintahan dari tiap negara anggota. Nantinya, setiap negara anggota APEC akan mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah APEC.

Baca juga : Mengulas 3 Pilar Utama APEC dalam Kesejahteraan Ekonomi

Meskipun APEC merupakan organisasi yang dibangun atas dasar kerjasama ekonomi secara multilateral, APEC juga membahas beberapa isu yang terjadi di dunia terutama di kawasan Asia Pasifik. Oleh karena itu, APEC juga memiliki perjanjian kerjasama di bidang lain seperti finansial, energi, lingkungan, politik, kesehatan, kehutanan, dll. Hal inilah yang membuat keberadaan dan peranan APEC sangat penting baik untuk negara anggota maupun negara lain di dunia. Selain itu, untuk mendukung berbagai organisasi non profit yang ada di kawasan Asia Pasifik, APEC menyediakan projects funding yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang ada di kawasan Asia Pasifik. Setidaknya ada sekitar 100 project fundings yang disediakan oleh APEC. Akan tetapi, untuk bisa mendapatkan project fundings tersebut, proposal dari proyek tersebut akan melewati seleksi ketat dari komite. Hal ini dilakukan agar project fundings yang disediakan benar – benar diperuntukkan untuk project yang sesuai dengan ketentuan APEC. Oleh karena itu, tidak semua project bisa mendapatkan funding atau pendanaan dari APEC.

Asiapacificpartnership – Selain menjalin kerjasama di bidang ekonomi, beberapa negara di kawasan Asia Pasifik juga membuat sebuah organisasi non profit yang bergerak di bidang sosial budaya. Organisasi tersebut bernama Asia Pacific Cultural Center. Latar belakang berdirinya organisasi ASIA Pacific Cultural Center adalah untuk menjembatani berbagai budaya yang ada di kawasan Asia Pasifik. Hal ini dikarenakan setiap negara di kawasan Asia Pasifik memiliki kebudayaan yang unik. Organisasi ini juga memiliki banyak program kerja yang diadakan secara rutin seperti Interactive Cultural Workshops and Presentations, Annual Asia Pacific New Year Celebration, Samoa Cultural Day, NHPI – Move it! Youth Health and Fitness Day, Annual Polynesian Luau, Chuseok Korean Festival, Taste of Asia and Asian Tea Experience Classes, Asia Pacific Art Gallery, Field Trip Visits, dan Cultural Tour of Asia Pacific Countries.

Mengulas 3 Pilar Utama APEC dalam Kesejahteraan Ekonomi

Mengulas 3 Pilar Utama APEC dalam Kesejahteraan Ekonomi – APEC atau Asia-pasific Economic Coorperation adalah sebuah wadah forum untuk memfasilitasi kerja sama antar 21 negara di kawasan lingkar samudra Asia Pasifik dalam bidang ekonomi dan investasi serta teknologi yang bertujuan utnuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakatnya. Kerja sama yang dibangun adalah kerja sama nonpolitik sehingga tidak akan memunculkan suatu kepentingan tertentu. Anggota APEC biasanya disebut dengan ekonomi yang berarti mementingkan entitas ekonomi dan bukan sebagai negara. Hal ini juga agar tidak ada kepentingan politik yang mendasari tujuan dari tiap negara anggota APEC. Organisasi ini berdiri sejak tahun 1989 yang didasari karena ketakutan akan negara Jepang yang digadang-gadang akan menguasi sektor ekonomi Asia Pasifik. Dengan berdirinya APEC akan membuat pemerataan sektor ekonomi dan investasi tiap negara APEC dan tidak akan membuat salah satu negara menjadi lebih dominan.

Asiapacificpartnership – APEC bergerak dengan 4 prinsip yang mendasari ideologi APEC yaitu: Consensus, Voluntary and non-binding, Concerted unilateralism, dan Differentiated time frame. Prinsip Consensus berarti tiap keputusan yang dijalankan oleh anggota APEC merupakan keputusan bersama semua (21) anggota APeC tanpa terkecuali sehingga ketusan merupakan suatu kesepakatan bersama yang memiliki nilai kerja sama dan persetujuan yang tinggi. Voluntary and nonbinding berarti setiap keputusan yang dikeluarkan APEC merupakan suatu tindakan sukarela tiap anggota tanpa adanya paksaan dan juga keterikatan antar anggota sehingga menciptakan keadilan yang sejajar. Concerted unilateralism berarti setiap pelaksanaan keputusan APEC dilakukan dengan kapasitas masing-masing anggota sehingga tidak ada kecenderungan untuk memaksakan kemampuan tiap anggota. Dengan begini tiap anggota akan dapat memaksimalkan potensi yang ada tanpa memandang nilai kuantitas dari anggota lain. Differentiated time frame berarti setiap anggota yang telah maju dan berkembang dapat melakukan liberalisasi terlebih dahulu.

Selain 4 prinsip di atas, ada hal yang lebih penting untuk berdirinya APEC yaitu pilar-pilar yang menjadi landasan utama APEC. Pilar-pilar tersebut adalah sebagai berikut.

1. Perdagangan dan investasi yang lebih terbuka
Dengan terbukanya jalur ekonomi dan investasi diharapkan akan mampu meningkatkan berbagai macam kebutuhan pasar yang ada pada kawasan Asia Pasifik. Terbukanya jalur ini akan membuat hilangnya hambatan pada sektor ekomoni yang akan membuat masyarakat Asia Pasifik semakin sejahtera. Hal ini juga akan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terbukanya lapangan pekerjaan, dan juga tersedianya modal yang melimpah untuk seluruh negara Asia Pasifik sehingga pertumbuhan ekonomi akan semakin merata dan produk-produk lokal tiap negara dapat memiliki pasar yang lebih luas.

2. Fasilitasi perdagangan dan investasi
Fasilitasi dalam hal ekonomi dan investasi ini lebih berfokus pada pengurangan beban biaya transaksi seperti pajak dan beacukai agar produk dari tiap negara APEC dapat masuk dengan mudah. Dengan terselenggaranya hal ini akan mengakibatkan biaya produksi dan akomodasi lebih menurun sehingga harga produk di pasaran akan semakin terjangkau dan meningkatkan daya beli pasar. Melalui hal ini juga diharapkan akan semakin luas terbukanya lapangan pekerjaan dan semakin mudahnya sistem marketing untuk ekspor impor yang lebih efisien.

Baca juga : Problematika Populasi Manusia dan Kerjasama Negara-Negara Asia Pasifik untuk Mengatasinya

3. Kerjasama ekonomi dan teknik (Ecotech)
Melalui pilar ini diharapkan akan mampu memberikan berbagai macam pelatihan dan kerjasama pada teknologi guna menanggulangi kesenjangan digital antar negara APEC. Hal ini juga akan mendorong terciptanya suatu sistem kesetaraan teknologi agar kesejahteraan semakin meningkat. Dengan semakin menurunnya tingkat kesenjangan teknologi akan menghasilkan pengelolaan sumber daya ekonomi yang maksimal tiap negara sehingga akan meningkatkan kualitas perdagangan. Hal ini juga bertujuan untuk menanggulangi masalah terorisme, ketahanan pangan, penanggulangan bencana alam, dan wabah penyakit menular.

Problematika Populasi Manusia dan Kerjasama Negara-Negara Asia Pasifik untuk Mengatasinya

Problematika Populasi Manusia dan Kerjasama Negara-Negara Asia Pasifik untuk Mengatasinya – Dalam menjalin bentuk kerjasama negara asia pasifik, tentunya sangat bertujuan multidimensional. Seperti tidak hanya pada satu aspek, akan tetapi juga terdapat dalam aspek yang lainnya. Kerjasama negara-negara asia pasifik dalam bidang politik adalah menjaga keamanan dan keselarasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Agar tidak ada konflik dan gejolak sosial yang muncul dari gesekan antar bangsa. Dalam bidang ekonomi berbeda lagi, misalnya hubungan bilateral yang terkandung di dalam komitmen dua negara bisa saja dalam hal investasi dan perdagangan bebas. Seperti di Indonesia yang membuka se luas-luasnya kerjasama dalam bidang investasi dengan negara-negara asia pasifik. Aturan kemudahan investasi di Indonesia sudah disahkan dalam undang-undang cipta kerja.

Berbeda lagi dengan wacana populasi manusia yang mendapat perhatian sendiri oleh Dana Moneter Internasional (IMF). Menurut laporan darinya, negara-negara di asia pasifik akan mengalami kemajuan dan menjadi kawasan terkuat di skala internasional. Tetapi ada masalah yang sangat serius dialami oleh negara asia pasifik, yakni dalam urusan sumber daya manusia (SDM) yang mengalami penurunan. Disisi lain terdapat jumlah populasi yang meningkat drastis dalam dekade sepuluh tahun terakhir ini. Negara yang terkait misalkan china, jepang, Thailand dengan bentuk ekonomi pascadividen yang memiliki angkatan kerja yang berkurang, maka dalam hal ini berbagai bentuk kerjasama dalam sektor rendahnya populasi manusia dalam angkatan kerja rendah.

Tidak hanya itu saja, juga beberapa negara memiliki problem tentang rendahnya generasi muda yang mana didominasi oleh kalangan orang tua. Hal ini menjadi tantangan terbesar dalam beberapa decade terakhir ini. Adapun negara-negara kuat seperti Jepang tidak akan menangani problem besar tersebut. Disisi lain, IMF mencari ada pelambatan laju pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh krisis keuangan global, khususnya di negara maju. Persoalan dominasi teknologi juga menjadi problem besar karena tenaga manusia akan tergantikan. Banyak faktor-faktor lain yang akan menghambat berbagai populasi yang terjadi dalam kawasan asia pasifik.

Isu Kebijakan Populasi di Kawasan Asia Pasifik

1. Rendahnya tingkat produktivitas tentunya membutuhkan pemecahan masalah baru yang harus dilakukan kerjasama antara negara di kawasan asia pasifik, dengan menerapkan pengembangan ekspor dan impor.

2. Bentuk kerjasama ekspor impor ini menjadi kunci keberhasilan antara negara di asia pasifik dalam mengentaskan urusan populasi dalam bentuk rendahnya angkatan kerja yang dialami oleh beberapa negara.

3. Masing-masing sektor perlu dikomunikasikan dan dipetakana kelemahan dan keunggulan sehingga masing-masing negara memiliki upaya untuk saling bekerjasama dengan baik.

4. Kerjasama dalam bentuk invenstasi modal negara-negara yang ada di kawasan asia pasifik sangat penting, guna menunjang persoalan populasi manusia yang ada. Tingginya laju angkatan kerja akan dialami oleh beberapa negara.

5. Oleh karenanya, maka kerjasama yang baik yakni saling membuka angkatan kerja terampil dari negara-negara yang tergabung dalam negara asia pasifik sangat dibutuhkan bersama.

Asiapacificpartnership – Banyak wacana yang produktif dan bisa diterapkan dalam bentuk kerjasama untuk mengatasi masalah demografi. Populasi manusia dalam hal usia produktif memang akan menjadi kendala yang serius jika tidak diselesaikan dengan sebaik mungkin. Negara seperti china, jepang dan lainnya perlu melakukan terobosan dalam berbagai bidang sehingga negara berkembang di kawasan asia tengah akan berbondong-bondong mengikuti apa yang sedang dilakukan. Misalnya peningkatan teknologi, sumbedaya energi dan bidang otomotif. Isu ini menjadi harapan atas problematika sosial yang mengemuka di kawasan asia pasifik.