Sejarah dan Latar Belakang Terbentuknya Asia Pasific Economic Cooperation (APEC)

Sejarah dan Latar Belakang Terbentuknya Asia Pasific Economic Cooperation (APEC)

Sejarah dan Latar Belakang Terbentuknya Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) – Sebagai sebuah kawasan yang terdiri dari banyak negara dengan segala kepentingan perdagangan dan investasi, kawasan Asia Pasifik membutuhkan suatu forum kerjasama yang dapat bermanfaat bagi negara anggota. Forum kerjasama dalam bidang ekonomi ini kemudian dikenal dengan nama Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). Forum kerjasama ini rutin mengadakan pertemuan setiap tahunnya dengan 21 negara anggota yang disebut sebagai Ekonomi anggota. Forum kerjasama ini juga mempunyai prinsip dan pilar yang harus dilaksanakan serta target yang menjadi wadah dari tujuan forum kerjasama tersebut. Lantas, bagaimana dengan latar belakang dan sejarah terbentuknya APEC ini?

APEC didasari pada sebuah pertemuan antara beberapa menteri negara yang diadakan di Canberra, Australia. Pada pertemuan tersebut, Perdana Menteri Australia, Robert Hawke mengemukakan idenya yaitu suatu forum kerjasama di kawasan Asia Pasifik yang dapa membantu mengembangkan perdagangan dan investasi di bidang ekonomi dari negara-negara anggotanya. Forum kerjasama tersebut yang akhirnya disebut dengan nama Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). Ada beberapa hal yang menjadi latar belakang terbentunya APEC sebagai forum kerjasama ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Salah satunya adalah dinamika proses globalisasi. Proses ini membuat setiap negara menjadi terhubung satu dengan yang lainnya. Sehingga, agar suatu negara dapat berdiri dan berkembang haruslah mengikuti perubahan tersebut. Hal itu juga berlaku bagi negara di kawasan Asia Pasifik. Oleh karena itu, diperlukan beberapa penyesuaian struktur ekonomi di negara kawasan Asia Pasifik. Perubahan tersebut meliputi liberalisasi perdagangan yang dilakukan di kawasan Asia Pasifik. Hal ini mengakibatkan adanya saling ketergantungan (interpendensi) dari suatu negara ke negara yang lain.

Kondisi politik yang terjadi saat itu juga melatar belakangi terbentuknya forum kerjasama APEC. Mengapa? Saat itu, beberapa negara membentuk beberapa kelompok perdagangan yang sifatnya tertutup. Sehingga, ada banyak negara yang kehilangan pasar ekspornya. Salah satunya adalah dibentuknya North American Free Trade Area atau NAFTA. Kondisi ini memicu beberapa negara di kawasan Asia Pasifik juga membentuk suatu forum kerjasama ekonomi untuk menjaga stabilitas ekonomi di wilayah mereka. Kondisi ketegangan politik dan ekonomi antara Uni Soviet dan Eropa Timur juga mempengaruhi keadaan ekonomi di dunia. Hal ini diperparah dengan adanya kegagalan perjanjian Uruguay. Keadaan tersebut menyebabkan adanya ketidakjelasan secara ekonomi dan politis. Tentu saja hal ini membuat negara dalam risiko besar terkena krisis ekonomi. Oleh karena itu, untuk mencegah hal tersebut terjadi di kawasan Asia Pasifik, dibentuklah suatu forum kerjasama yang dapat melindungi ekonomi negara kawasan Asia Pasifik yang disebut dengan APEC.

Sejarah dan Latar Belakang Terbentuknya Asia Pasific Economic Cooperation

Saat didirikan, APEC mempunyai 12 negara anggota yang bertindak sebagai pendiri APEC yaitu Australia, Selandia Baru, Kanada, Amerika Serikat, Indonesia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Jepang, Korea Selatan dan Philipina yang menjadi tempat berdirinya perusahaan agen sbobet yang merupakan perusahaan game online terbesar di dunia. Setelah itu, APEC memiliki kemajuan yang cukup pesat dalam memberikan kesetimbangan perdagangan dan investasi bagi negara anggotanya. Perkembangan ini yang menarik beberapa negara lain. Pada tahun 1991, beberapa negara bergabung dalam APEC yaitu, Cina, Hongkong, dan Taipei. Setelah itu, pada tahun 1993, Meksiko dan Papua Nugini masuk menjadi anggota APEC. Kemudian, pada tahun 1994, Chili masuk menjadi anggota baru. Pada tahun 1998, terdapat tiga negara yang menjadi anggota APEC yaitu Rusia, Peru, dan Vietnam. Hingga saat ini, terdapat 21 anggota APEC. Negara yang tergabung dalam APEC disebut dengan Ekonomi anggota.

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
Berita Bisnis Ekonomi Energi Forum

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) – Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) merupakan salah satu forum kerjasama ekonomi yang melingkupi negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Negara yang menjadi anggota APEC disebut dengan Ekonomi. APEC telah didirikan sejak tahun 1989. Saat ini, APEC memiliki 21 Ekonomi anggota yang melingkupi negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, dan Filipina. Selain itu, ada negara di Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, Cina, Hongkong, dan Taipei. Sementara itu ada beberapa negara lain dari daerah lain seperti Australia, Kanada, Selandia Baru, Amerika Serikat, Meksiko, Peru, Papuan Nugini dan Cili. Tujuan utama dari APEC adalah peningkatan kerjasama ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Untuk itu, pada tahun 1994, diselenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Bogor yang membahas tentang target dari APEC. Target tersebut dikenal dengan nama “The Bogor Goals”.

Lantas, bagaimana mekanisme pertemuan yang ada di APEC. Secara umum, pertemuan anggota Ekonomi APEC dimulai dari pertemuan Menteri Luar Negeri dan Menteri Perdagangan APEC dalam suatu pertemuan yang diberi nama APEC Ministerial Meeting atau AMM. Setelah itu, Pejabat Tinggi atau Senior Officials menindaklanjuti hasil kesepakatan yang dihasilkan oleh AMM dalam sebuah pertemuan yang diadakan setidaknya tiga kali dalam setahun. Hasil pertemuan dari para Pejabat Tinggi yang sering disebut dengann Senior Officials Meeting (SOM) ditindaklanjuti oleh Komite, Fora, Subfora, dan Working Groups. Sampai saat ini, ada kurang lebih 34 fora, subfora, dan working groups yang bekerja dan mengadakan pertemuan secara rutin. Hal ini disebabkan semakin meningkatnya beberapa isu mengenai perdagangan dan investasi di kawasan Asia Pasific. Setiap pemimpin dari masing-maisng Ekonomi anggota APEC juga mengikuti pertemuan setahun sekali yang diberi nama APEC Economic Leader’s Meeting (AELM). Semua pertemuan tersebut diupayakan dalam rangka mencapai tujuan utama dari APEC.

Sebagai salah satu Ekonomi di APEC, Indonesia juga turut berpartisipasi dalam setiap kegiatan APEC. Salah satunya adalah melalui beberapa lembaga yang menjadi focal point APEC di Indonesia. Secara umum, koordinator nasional Indonesia yang menjadi penanggung jawab APEC ada di bawah naungan Kementrian Luar Negeri. Selain itu, Indonesia juga berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang dilakukan APEC termasuk dalam kegiatan fora dan subfora. Beberapa kementrian dan lembaga nasional yang terkat dalam bidang kerja fora dan subfora ikut dalam kerjasam tersebut. Misalnya, Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian yang terlibat dalam proyek kerja Economic Committee (EC). Sementara itu, Kementrian Perdagangan berpatisipasi dalam kegiatan yang diselanggarakan oleh Committee on Trade and Investment (CTI). Kementrian PPN / Bappenas juga berpastisipasi aktif pada SOM Steering Committe on Economic and Technical Cooperation (SCE).

Partisipasi Indonesia dalam APEC juga memberikan beberapa manfaat yang cukup besar bagi Indonesia. Salah satu manfaatnya adalah jumlah investasi yang meningkat setiap tahunnya. Selain itu, pasar ekonomi yang ada di kawasan Asia Pasifik dapat dijadikan sebagai salah satu pasar terbuka yang menjanjikan bagi produk ekspor Indonesia. Setiap tahunnya, terjadi kenaikan produk ekspor yang ada di kawasan Asia Pasifik. Selain itu, keikutsertaan Indonesia dalam APEC juga dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas yang dimiliki Indonesia. Hal ini juga berlaku dengan peningkatan daya saing Indonesia. APEC juga digunakan untuk meningkatkan kerjasama dan saling percaya antara negara yang ada di wilayan Asia Pasifik.

Peran Indonesia dalam Asia Pasific Economic Cooperation (APEC)
Berita Bisnis Ekonomi Energi Forum

Peran Indonesia dalam Asia Pasific Economic Cooperation (APEC)

Peran Indonesia dalam Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) – Saat ini, kerjasama antara berbagai negara tidak bisa dihindarkan. Demi memperkuat perkembangan ekonomi, ada banyak kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara. Salah satunya adalah kerjasama antar berbagai negara di kawasan yang sama. Bagi negara-negara yang ada di kawasan Asia Pasifik, mereka membentuk sebuah kerjasama yang disebut dengan Asia – Pacific Economic Cooperation atau yang lebih sering disebut dengan APEC. Forum kerjasam APEC berfokus pada penguatan bidang kerjasama ekonomi dan investasi. APEC didirikan pada tahun 1989. Negara yang terdaftar menjadi anggota APEC disebut dengan Ekonomi. Saat ini ada 21 Ekonomi yang terdaftar sebagai anggota APEC. 21 Ekonomi tersebut berasal dari beberapa wilayah seperti Asia Timur, Asia Tenggara, dan negara di Oceania. 21 Ekonomi tersebut adalah Jepang, Korea Selatan, Cina, Taipei, Hongkong, Indonesia, Vietnam, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Cili, Peru, Papua Nugini, Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Australia, dan Selandia Baru.

Sebagai salah satu anggota Ekonomi di APEC, Indonesia mempunyai peran yang cukup krusial. Salah satunya adalah peran Indonesia sebagai Ketua APEC pada tahun 1994. Indonesia dipercaya sebagai pemimpin APEC pada tahun tersebut karena pertumbuhan ekonomi Indonesia saat itu merupakan yang tertinggi dari berbagai negara yang ada di kawasan Asia Pasifik. Atas penunjukan sebagai pemimpin APEC tersebut, Indonesia banyak berpatisipasi dalam setiap kebijakan yang ada di dalam APEC. Sehingga, tujuan pembangunan nasional yang telah dirancang oleh Indonesia menjadi terlaksana dengan baik. Indonesia kembali menjabat sebagai pimpinan APEC pada tahun 2013. Perpindahan kepemimpinan terjadi pada tahun 2012 di KTT APEC yang diselenggarakan di Rusia.

Peran Indonesia lain dalam APEC adalah sebagai tuan rumah KTT APEC pada tahun 1994 dan 2013. Saat itu, Indonesia menjabat sebagai pimpinan APEC pada tahun-tahun tersebut. Pada tahun 1994, KTT APEC diselenggarakan di Bogor. Saat itu, Indonesia menjadi salah satu negara yang mencetuskan adanya target yang harus diraih oleh APEC. Target tersebut sering disebut dengan The Bogor Declaration dan The Bogor Goals. Kedua kesepakatan tersebut yang kemudian dijadikan arah kebijakan dari APEC yaitu menentang adanya suatu blok perdagangan yang sifatnya tertutup serta membuat sebuah sistem perdagangan yang bebas di kawasan Asia Pasifik. Hal ini dilakukan agar perkembangan perdagangan dan investasi di kawasan Asia Pasifik dapat tercapai tanpa adanya hambatan baik yang bersifat tarif maupun non tarif. Selain itu, adanya perdagangan bebas di kawasan Asia Pasifik juga berdampak positif terhadap barang ekspor dari suatu negara karena tersedianya pasar yang lebih luas. Sementara itu, pada tahun 2013, KTT APEC diselenggarakan oleh agen bola di Bali. Tema KTT APEC 2013 adalah Resilient Asia Pacific : The Global Engine Growth. Pada KTT APEC 2013 ini, kekuatan Indonesia pada forum internasional semakin diakui.

Indonesia juga turut berperan dalam pembentukan Economic and Technical Cooperation (ECOTECH). Badan ini merupakan salah satu pelaksanaan dari pilar utama dari pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh APEC. ECOTECH berupaya untuk mengurangi kesenjangan atau perbedaan kekuatan ekonomi yang ada di negara-negara APEC. ECOTECH melaksanakan fungsinya dengan mempercepat pembangunan sumber daya manusia yang ada di negara-negara APEC. Selain itu, ECOTECH juga berupaya agar negara-negara berkembang yang ada di kawasan Asia – Pasifik dapat berubah menjadi negara maju. Saat ini, beberapa kementrian Indonesia berpartisipasi di dalam beberapa badan kerja yang dibentuk oleh APEC seperti EC, STI, dan SCE.

Kerjasama Kawasan Asia Pasifik di Bidang Lingkungan – Asia-Pacific Rainforest Partnership
Berita Energi

Kerjasama Kawasan Asia Pasifik di Bidang Lingkungan – Asia-Pacific Rainforest Partnership

Kerjasama Kawasan Asia Pasifik di Bidang Lingkungan – Asia-Pacific Rainforest Partnership – Saat ini, dunia tengah menghadapi tingkat polusi udara yang sangat tinggi. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab polusi udara salah satunya adalah kebakaran hutan. Di Indonesia, kebakaran hutan hampir terjadi setiap tahunnya. Ada banyak penyebab kebakaran hutan baik faktor alam maupun disengaja oleh manusia. Oleh karena itu, perlu ada pengawasan khusus sehingga kebakaran hutan dapat dicegah. Di sisi lain, kawasan Asia Pasifik merupakan salah satu kawasan di dunia yang memiliki hutan hujan tropis yang sangat luas. Hutan hujan tropis di kawasan Asia Pasifik mempunyai luas sekitar 740 juta hektar. Luas ini menjadikan hutan hujan tropis di Asia Pasifik merupakan penyumbang sekitar 18% hutan hujan di dunia. Oleh karena itu, hutan hujan tropis yang ada di kawasan Asia Pasifik merupakan salah satu sumber paru-paru dunia. Sehingga, keberadaanya harus selalu dijaga.

Untuk dapat melindungi hutan hujan tropis yang ada di kawasan Asia Pasifik serta menanggulangi pencemaran dan polusi udara yang semakin besar, dibentuklah suatu forum kerjasama di bidang lingkungan di kawasan Asia Pasifik. Forum kerjasama bidang lingkungan di kawasan Asia Pasifik ini disebut dengan Asia – Pacific Rainforest Partnership (APRP). Forum kerjasama di bidang lingkungan ini didasari pada hasil kesepakatan yang termuat dari Paris Agreement dan REDD+. Hasil kesepakatan dari dua pertemuan tersebut bertujuan untuk mengurangi emisi dan polusi udara dari pembakaran hutan.

Ada beberapa poin yang menjadi fokus dari APRP ini seperti merestorasi hutan yang telah terdegradasi dan melindungi hutan yang mempunyai nilai konservasi yang tinggi. Banyak hutan yang ada di kawasan Asia Tenggara mengalami degradasi. Hal ini disebabkan karena adanya pembukaan lahan melalui penebangan liar ataupun pembakaran. Sementara itu, di sisi lain, hutan yang ada di kawasan Asia Pasifik bukan hanya sebagai sumber paru-paru dunia akan tetapi juga sebagai sumber konservasi bagi flora dan fauna. APRP juga berfokus pada pemberian informasi terkait kebijakan politik nasional yang menangani degradasi dari hutan hujan tropis dan memberi dukungan pada perkembangan ekonomi negara bersangkutan. Selain itu, APRP juga berfokus pada peningkatan ilmu pengetahuan terkait konservasi, biodiversity, dan kelangkaan flora serta fauna yang ada di hutan hujan tropis tersebut. APRP juga mempunyai fokus pada peningkatan kolaborasi antara negara-negara yang ada di kawasan Asia Pasifik untuk meningkatkan peningkatan pengawasan hutan hujan tropis terkait pembalakan liar dan pembakaran hutan. APRP juga membantu negara anggota untuk dapat meningkatkan sistem ketahanan nasional dan sistem monitoring agar dapat mengimplementasikan hasil dari REDD+.

APRP telah mengadakan beberapa pertemuan rutin sejak tahun 2014. Pertemuan pertama ini dilakukan pada tahun 2014 yang bertempat di Australia. Forum pertemuan APRP dinamakan sebagai Asia – Pasific Rainforest Summit atau APRS. Pemerintah Australia merupakan tuan rumah pertama dari ASPS. Setelah itu, pada tahun 2016 tepatnya bulan Agustus, APRS yang kedua resmi diadakan di Brunie Darussalam. Pada pertemuan kedua ini, topik yang dibahas lebih mengarah pada bagaimana peningkatan konservasi hutan, perubahan iklim, dan implementasi dari Paris Agreement pada kawasan Asia Pasifik. Sementara itu, pertemuan APRS yang ketiga dilaksanakan di Yogyakarta oleh Pemerintah Indonesia yang bekerjasama oleh Pemerintah Australia. Fokus pembicaan APRS yang ketiga adalah bagaimana cara melindungi hutan hujan tropis dan juga mendukung perkembangan ekonomi.