Sejarah dan Latar Belakang Terbentuknya Asia Pasific Economic Cooperation (APEC)

Sejarah dan Latar Belakang Terbentuknya Asia Pasific Economic Cooperation (APEC)

Sejarah dan Latar Belakang Terbentuknya Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) – Sebagai sebuah kawasan yang terdiri dari banyak negara dengan segala kepentingan perdagangan dan investasi, kawasan Asia Pasifik membutuhkan suatu forum kerjasama yang dapat bermanfaat bagi negara anggota. Forum kerjasama dalam bidang ekonomi ini kemudian dikenal dengan nama Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). Forum kerjasama ini rutin mengadakan pertemuan setiap tahunnya dengan 21 negara anggota yang disebut sebagai Ekonomi anggota. Forum kerjasama ini juga mempunyai prinsip dan pilar yang harus dilaksanakan serta target yang menjadi wadah dari tujuan forum kerjasama tersebut. Lantas, bagaimana dengan latar belakang dan sejarah terbentuknya APEC ini?

APEC didasari pada sebuah pertemuan antara beberapa menteri negara yang diadakan di Canberra, Australia. Pada pertemuan tersebut, Perdana Menteri Australia, Robert Hawke mengemukakan idenya yaitu suatu forum kerjasama di kawasan Asia Pasifik yang dapa membantu mengembangkan perdagangan dan investasi di bidang ekonomi dari negara-negara anggotanya. Forum kerjasama tersebut yang akhirnya disebut dengan nama Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). Ada beberapa hal yang menjadi latar belakang terbentunya APEC sebagai forum kerjasama ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Salah satunya adalah dinamika proses globalisasi. Proses ini membuat setiap negara menjadi terhubung satu dengan yang lainnya. Sehingga, agar suatu negara dapat berdiri dan berkembang haruslah mengikuti perubahan tersebut. Hal itu juga berlaku bagi negara di kawasan Asia Pasifik. Oleh karena itu, diperlukan beberapa penyesuaian struktur ekonomi di negara kawasan Asia Pasifik. Perubahan tersebut meliputi liberalisasi perdagangan yang dilakukan di kawasan Asia Pasifik. Hal ini mengakibatkan adanya saling ketergantungan (interpendensi) dari suatu negara ke negara yang lain.

Kondisi politik yang terjadi saat itu juga melatar belakangi terbentuknya forum kerjasama APEC. Mengapa? Saat itu, beberapa negara membentuk beberapa kelompok perdagangan yang sifatnya tertutup. Sehingga, ada banyak negara yang kehilangan pasar ekspornya. Salah satunya adalah dibentuknya North American Free Trade Area atau NAFTA. Kondisi ini memicu beberapa negara di kawasan Asia Pasifik juga membentuk suatu forum kerjasama ekonomi untuk menjaga stabilitas ekonomi di wilayah mereka. Kondisi ketegangan politik dan ekonomi antara Uni Soviet dan Eropa Timur juga mempengaruhi keadaan ekonomi di dunia. Hal ini diperparah dengan adanya kegagalan perjanjian Uruguay. Keadaan tersebut menyebabkan adanya ketidakjelasan secara ekonomi dan politis. Tentu saja hal ini membuat negara dalam risiko besar terkena krisis ekonomi. Oleh karena itu, untuk mencegah hal tersebut terjadi di kawasan Asia Pasifik, dibentuklah suatu forum kerjasama yang dapat melindungi ekonomi negara kawasan Asia Pasifik yang disebut dengan APEC.

Sejarah dan Latar Belakang Terbentuknya Asia Pasific Economic Cooperation

Saat didirikan, APEC mempunyai 12 negara anggota yang bertindak sebagai pendiri APEC yaitu Australia, Selandia Baru, Kanada, Amerika Serikat, Indonesia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Jepang, Korea Selatan dan Philipina yang menjadi tempat berdirinya perusahaan agen sbobet yang merupakan perusahaan game online terbesar di dunia. Setelah itu, APEC memiliki kemajuan yang cukup pesat dalam memberikan kesetimbangan perdagangan dan investasi bagi negara anggotanya. Perkembangan ini yang menarik beberapa negara lain. Pada tahun 1991, beberapa negara bergabung dalam APEC yaitu, Cina, Hongkong, dan Taipei. Setelah itu, pada tahun 1993, Meksiko dan Papua Nugini masuk menjadi anggota APEC. Kemudian, pada tahun 1994, Chili masuk menjadi anggota baru. Pada tahun 1998, terdapat tiga negara yang menjadi anggota APEC yaitu Rusia, Peru, dan Vietnam. Hingga saat ini, terdapat 21 anggota APEC. Negara yang tergabung dalam APEC disebut dengan Ekonomi anggota.

Kerjasama Bilateral Indonesia dengan Jepang tentang Energi
Berita Bisnis Energi

Kerjasama Bilateral Indonesia dengan Jepang tentang Energi

Kerjasama Bilateral Indonesia dengan Jepang tentang Energi – Mendengar kata Jepang, mengingatkan kita pada era penjajahan dan perang dunia ke-II yang mana dua kota Hirosima dan Nagasaki di bom atom oleh sekutu. Hal ini mengakibatkan pada kelumpuhan total Jepang serta mengalami krisis yang berkepanjangan. Adanya perang ini mengakibatkan persoalan kemanusiaan yang mendasar (fundamen) sehingga negara ini mengalami persoalan SDM yang akut. Banyak korban jiwa yang berjatuhan sehingga menyebabkan negara ini harus membangun peradaban mulai nol kembali.

Sejak peristiwa pengeboman terjadi hingga sekarang, maka jepang sudah berevolusi menjadi negara maju. Dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi negara ini memang unggul dengan menghasilkan banyak produk yang memiliki pasar dibanyak negara. Kita kenal produk motor bebek kenamaan Jepang. Ada berbagai merk bahkan bisa ditemukan di Indonesia, seperti Honda,Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki. Alat kemunikasi seperti smartphone juga sudah banyak beredar di Indonesia.

Asiapacificpartnership – Kerjasama ekonomi antara Jepang dan Indonesia sudah terjadi sejak lama dan kini sudah banyak trobosan yang dilakukan. Begitu juga dalam bidang kerjasama energiantara keduanya. Jepang sebagai negara maju memberikan solusi bagi negara yang menjalin kerjasama seperti Indonesia. Melalui kementerian ESMD. Sepanjang tahun 2019, melalui The Indonesia-Japan Energy Forum (IJEF) yang diselenggarakan di Bali, ada banyak sekali kerjasama Jepang-Indonesia yang dilakukan dalam hal persoalan energi.

IJEF menjadi wadah bagi dua negara untuk bertukar pikiran dalam meningkatkan kerjasama energi dan SDM. Pembahasan mengenai energy dalam forum ini menyinggung banyak hal. Misalnya seperti potensi kedua negara dalam mengembangkan energy, khususnya listrik. Dalam hal ini, Indonesia dan Jepang bekerjasama dalam mengembangkan pembangkit listrik di wilayah timur. Tidak berhenti disitu saja, masih banyak sekali kerjasama yang ada dalam forum IJEF yang dihasilkan oleh keduanya.

Hasil Kerjasama Indonesia-Jepang dalam Bidang Energi pada Forum IJEF

1. Pengembangan berbagai macam sektor, khususnya kelistrikan dan membangun pembangkit listrik di wilayah Indonesia timur.

2. Tidak hanya itu saja, pembahasan yang lain adalah bagaimana menciptakan engergi terbarukan yang selama ini belum pernah ada.

3. Melakukan kerjasama dalam peningkatan mutu batubara sebagai sumber energi yang bisa diolah dan dimanfaatkan untuk menghasilkan energi.

4. Mengembangkan LNG dan migas yang menjadi potensi kerjasama oleh masing-masing negara Indonesia dan Jepang.

5. Kerjasama juga dilakukan antara PLN dan perusahaan ternama di Jepang seperti Toshiba dan Mitsubhisi untuk menelaah program “The Study of Hydrogen project”.

Bentuk kerjasama ini menjadi catatan masing-masing negara yang memiliki potensi masing-masing yang bisa dilakukan proses kerjasama. Kerjasama bilateral ini tidak terfokus pada masalah ini saja, tetapi juga persoalan lain yakni politik, pendidikan dan ekonomi. Selanjutnya kerjasama bisa menjaga hubungan baik antara kedua negara dan menciptakan peradamainan dunia. Hal ini juga menjadi hal yang begitu penting untuk dilakukan. Jepang yang unggul dari sisi sumberdaya manusia bisa dimanfaatkan negara Indonesia untuk belajar mengelola sumber daya yang ada.

Baca juga : Berbagai Manfaat Kerjasama Antar Negara di Asia Pasifik

Indonesia bagi Jepang menjadi pasar targetnya karena banyak sekali produk otomotif yang dimiliki masyarakat. Bahkan hampir seluruh rumah tangga menggunakan kendaraan produk Jepang. Hal ini terjadi proses kerjasama pengolahan sumber daya mineral dengan otomotif produksi Jepang. Sehingga keduanya memiliki nilai yang menghasilkan keuntungan bagi kedua negara. Energi menjadi penting, karena akan diproyesikan menjadi bahan untuk menjalankan alat elektronik apapun termasuk dalam hal otomotif. Adanya motor listrik, akan menjadi wacana baru pergeseran energi yang tadinya berasal bensin atau solar menjadi bahan bakar listrik.

Berbagai Manfaat Kerjasama Antar Negara di Asia Pasifik
Berita Ekonomi

Berbagai Manfaat Kerjasama Antar Negara di Asia Pasifik

Berbagai Manfaat Kerjasama Antar Negara di Asia Pasifik – APEC merupakan salah satu organisasi kerjasama ekonomi di wilayah Asia Pasifik. Organisasi yang satu ini sudah didirikan dari tahun 1989. Yakni saat pertemuan tingkat menteri negara Asia Pasifik yang diadakan pada Canberra, Australia. Keberadaannya berperan sebagai forum ekonomi untuk meningkatkan perdagangan dan kerjasama ekonomi. Lantas apa saja manfaat dari organisasi tersebut?

Manfaat Organisasi Kerjasama Asia Pasifik

Asiapacificpartnership – Pada dasarnya APEC didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan serta pertumbuhan ekonomi terutama pada negara yang ada di kawasan Asia Pasifik. Tujuan lainnya yakni demi memperjuangkan kepentingan ekonomi yang ada di wilayah tersebut di tengah-tengah semakin berkembangnya ekonomi internasional saat ini. Adapun latar belakang berdirinya organisasi ini adalah kebutuhan pembangunan ekonomi.

Pada saat itu diperlukan pembangunan ekonomi yang lebih lanjut akibat globalisasi sistem perdagangan serta perubahan berbagai situasi ekonomi dan politik yang berlangsung sejak 1980-an. Adapun pengaruh lain dari pendirian organisasi tersebut adalah kondisi ekonomi serta politik yang berubah secara cepat pada kawasan Eropa Timur serta Uni Soviet, adanya kekhawatiran terhadap gagalnya perundingan Putaran Uruguay sehingga muncul kelompok regional tertentu.

Latar belakang lainnya adalah adanya saling ketergantungan antar negara yang ada di kawasan tersebut. Sementara itu, adapun beberapa manfaatnya seperti di bawah ini:

1. Adanya APEC dapat memberikan beberapa manfaat kepada setiap negara anggotanya. Terutama mereka yang merupakan negara masih berkembang termasuk Indonesia dan lainnya. Nantinya hal tersebut dapat menyebabkan harga jasa dan barang menjadi jauh lebih murah. Dengan begitu dapat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan berpartisipasi dalam meningkatkan kegiatan meningkatkan ekspor antar negara.

2. Manfaat lainnya adalah dapat meningkatkan perdagangan bebas bagi setiap negara anggotanya terutama pada kawasan Asia Pasifik. APEC juga bermanfaat dalam meningkatkan arus barang serta jasa. Dengan begitu, dapat lebih mudah dalam memajukan pertumbuhan ekonomi setiap negara anggotanya. APEC juga dapat bermanfaat dalam membuka pasar baru bagi mereka yang bergerak di bidang industri dalam negeri sehingga semakin meningkat penjualannya.

Baca juga : Sejarah dan Latar Belakang Kerjasama Ekonomi Antar Asia Pasifik

3. Keberadaan APEC juga menjadi salah satu organisasi yang dapat bermanfaat untuk meningkatkan jumlah impor dan ekspor sekaligus meningkatkan ekonomi setiap negara anggotanya.

4. Tidak hanya itu saja, APEC juga dapat bermanfaat untuk setiap negara anggotanya yakni dengan menciptakan lebih banyak kesempatan tempat kerja. Hal tersebut juga dapat membuat negara anggotanya menjadi lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan negara mereka masing-masing. Serta dalam menjalin kerjasama sehingga dapat lebih mudah melakukan tolong menolong antar anggotanya sehingga dapat meningkatkan kedamaian dunia bahkan ketertiban tingkat internasional.

5. APEC juga dapat meningkatkan peran swasta dalam bidang liberalisasi perdagangan. Terlebih salah satu pilar yang dimiliki adalah untuk memberikan fasilitas perdagangan serta investasi secara langsung.

6. APEC sendiri merupakan organisasi yang dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk bertukar pengalaman. Untuk itulah, forum tersebut secara tidak langsung dapat memberi manfaat besar. Terutama yakni dalam menarik pengalaman positif dan negatif serta berbagai pelajaran antara negara anggotanya. Terutama dalam hal pembuatan dan pengambilan kebijakan investasi maupun liberalisasi perdagangan.

APEC ini sendiri sudah melaksanakan langkah besar dalam menjalankan kerjasama di bidang ekonomi. Tidak heran jika organisasi ini juga sudah menjadi forum konsultasi, dialog, serta lembaga informal dimana kerja sama ekonominya memiliki pedoman lewat pendekatan liberalisasi bersama. Yakni berdasarkan sukarela serta inisiatif secara kolektif. Hingga saat ini ada banyak keberhasilan yang terjadi akibat konsultasi intensif tersebut antar 21 negara anggota yang sudah tergabung.

Sejarah dan Latar Belakang Kerjasama Ekonomi Antar Asia Pasifik
Berita Ekonomi

Sejarah dan Latar Belakang Kerjasama Ekonomi Antar Asia Pasifik

Sejarah dan Latar Belakang Kerjasama Ekonomi Antar Asia Pasifik – APEC atau Asia-Pacific Economic Cooperation merupakan salah satu organisasi kerjasama ekonomi antar negara yang ada di Asia Pasifik. Organisasi ini sendiri sudah didirikan sejak tahun 1989. Adapun tujuannya yakni untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi serta dalam rangka mempererat komunitas negara di area tersebut. Di bawah ini sejarah dan latar belakang berdirinya organisasi tersebut

Sejarah Berdirinya APEC

Asiapacificpartnership – Perlu Anda ketahui bahwa dahulunya APEC mulai dibentuk dengan pemikiran bahwa dinamika perkembangan yang ada di wilayah Asia Pasifik semakin kompleks. Hal tersebut juga diwarnai oleh perubahan besar pada investasi, pola perdagangan, teknologi, arus keuangan dan masih banyak lagi. Tidak heran jika diperlukan adanya konsultasi serta kerjasama yang dibentuk lingkup intra-regional.

APEC sendiri memiliki anggota yang cukup beragam wilayahnya. Setiap wilayah juga memiliki kekayaan alam masing-masing disertai dengan tingkat pembangunan ekonomi yang berbeda-beda. Oleh karena itulah, pada tahun-tahun pertama berdirinya organisasi tersebut kegiatan yang dilakukan berfokus pada pertukaran pandangan serta pelaksanaan proyek berdasarkan inisiatif dan kesepakatan bersama.

Saat ini sendiri organisasi ekonomi antar negara di wilayah Asia-Pasifik ini sendiri terdiri dari 21 negara yang ada di seluruh dunia. Adapun kebanyakan anggotanya adalah negara yang memang memiliki garis pantai menuju Samudera Pasifik. Untuk letak sekretariatnya sendiri berada di Singapore. Indonesia juga termasuk salah satu anggota organisasi yang satu ini.

Pada awalnya, hanya terdapat 12 negara saja sebagai pendiri dari organisasi tersebut. Mulai dari Australia, Kanada, Brunei Darussalam, Indonesia, Korea, Jepang, Malaysia, Filipina, Selandia Baru, Thailand, Singapura, serta Amerika Serikat. Kemudian sejak saat tersebut sudah menjadi wahana utama pada kawasan Asia-Pasifik untuk meningkatkan keterbukaan serta praktek kerjasama dalam bidang ekonomi.

Tidak heran jika secara tidak langsung dapat menjadi daya tarik bagi beberapa negara lainnya. Seperti China, Hongkong-Cina, Chinese-Taipei, Papua New Guinea, Chili, Meksiko, Vietnam, Peru, dan Rusia.

APEC sendiri merupakan salah satu forum kerjasama ekonomi utama di kawasan Asia-Pasifik. Terdapat tiga pilar yang melandaskan kerjasama pada organisasi tersebut. Diantaranya yakni:

1. Fasilitas bisnis dan kerjasama ekonomi
2. Liberalisasi perdagangan dan investasi
3. Teknik (ECOTECH)

Sejarah dan Latar Belakang Kerjasama Ekonomi Antar Asia Pasifik

Latar Belakang Pendirian APEC

APEC atau Asia-Pacific Economic Cooperation awalnya terbentuk dalam sebuah pertemuan tingkat menteri yang ada di Canberra, Australia. Adapun gagasan dari organisasi tersebut muncul atas pendapat dari Robert Hawke, yang merupakan seorang PM Australia pada saat itu. Adapun pembentukan organisasi kerjasama yang satu ini memiliki latar belakang. Di bawah ini beberapa faktor yang melatar belakanginya:

1. Dinamika globalisasi
Adanya dinamika proses globalisasi telah memberikan dampak yang sangat luas di berbagai belahan bumi tidak terkecuali kawasan Asia-Pasifik. Tidak heran apabila negara yang ada pada kawasan tersebut dituntut untuk melakukan penyesuaian lewat perubahan struktur ekonomi dengan tujuan agar tidak merugikan mereka.

Adapun perubahan tersebutlah yang mendorong perekonomian berbagai negara yang ada di kawasan tersebut menjadi saling ketergantungan.

2. Perubahan politik
Munculnya perubahan dalam konstelasi politik dunia seperti adanya kelompok perdagangan regional yang bersifat tertutup cenderung membedakan kedudukan negara yang ada di Asia-Pasifik.

3. Perubahan politik dan ekonomi
Yakni adanya perubahan besar terutama dalam bidang ekonomi dan politik yang terjadi serta berlangsung di Uni Soviet serta Eropa Timur saat itu.

4. Perdagangan dan investasi
Contohnya dari kerjasama antar regional seperti NAFTA atau North American Free Trade Area. Yakni merupakan kerjasama ekonomi antar negara di Amerika Utara.

Atas beberapa faktor itulah kerjasama APEC terus dilakukan sehingga semakin tangguh dan kuat pada kawasan tersebut. Adapun kerjasama tersebut memiliki peran yang cukup penting dalam memberikan dukungan terhadap sistem perdagangan demi menunjang pertumbuhan ekonomi regional terutama di kawasan Asia-Pasifik.

Peran APEC sebagai Organisasi Kerjasama di Asia Pasifik
Berita

Peran APEC sebagai Organisasi Kerjasama di Asia Pasifik

Peran APEC sebagai Organisasi Kerjasama di Asia Pasifik – Saat ini ada banyak negara yang berada di kawasan Asia Pasifik yang saling bergantung. Hal tersebut tidak lain karena hubungan antar negaranya yang memang dapat memberikan pengaruh kepada rakyat. Terlebih adanya perubahan yang cukup besar dalam bidang ekonomi dan politik yang terjadi di Uni Soviet dan Eropa Timur membuat organisasi APEC tersebut terbentuk.

Hingga saat ini sendiri ada banyak peran APEC untuk Indonesia. Terlebih Indonesia juga termasuk salah satu negara anggota dari organisasi tersebut yang ingin juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya. Di bawah ini beberapa perannya untuk Indonesia.

Peran APEC Untuk Indonesia

Perlu Anda ketahui bahwa ada banyak peran APEC untuk Indonesia. APEC ini sendiri termasuk sebagai forum kerjasama yang dibuat untuk meningkatkan kerjasama sekaligus ekonomi setiap negara anggotanya. Di bawah ini merupakan beberapa peran APEC untuk Indonesia yang bisa Anda ketahui lebih lanjut tersebut:

1. Sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas serta daya saing Indonesia. Tepatnya lewat berbagai proyek pelatihan teknis.

2. Sebagai sarana untuk membangun hubungan serta kepercayaan dengan negara anggota yang lainnya.

3. Sebagai sarana yang dapat digunakan untuk memastikan bahwa pada dasarnya pasar Asia Pasifik masih tetap terbuka bagi produk ekspor unggulan dari Indonesia.

4. Dapat menstabilitaskan pertumbuhan ekonomi pada kawasan tersebut dengan pertukaran informasi kebijakan.

5. APEC juga berperan sebagai sarana untuk meningkatkan nilai investasi dalam sebuah negara.

6. Keberadaannya juga dapat menciptakan kondisi yang jauh lebih mendukung dalam hal peningkatan perdagangan kawasan.

7. Sebagai sarana pembahasan yang sudah ada setelah sebelumnya terdapat berbagai macam perdebatan.

8. Dapat mendorong pertumbuhan ekonomi negara Indonesia dengan lebih berkualitas.

9. Dapat mempermudah serta memberikan fasilitas terutama dalam dunia usaha.

10. APEC juga sudah membuat banyak perubahan terhadap negara-negara yang sudah mendukung keberadaannya.

Itulah mengapa APEC saat ini dapat menjadi salah satu organisasi resmi yang dibuat untuk memperoleh forum berkembang lebih maju. APEC juga dapat bekerja dalam membangun kebijakan anti-proteksionis antar anggotanya. Yakni dengan cara mengurangi tarif sekaligus menghilangkan setiap penghalang dari proses perdagangan bebas.

Asiapacificpartnership – APEC juga dapat menyatukan sumber daya dari negara anggota sehingga dapat meningkatkan kemakmuran pada individu maupun sebuah bisnis. APEC juga dapat bermanfaat dalam memberikan kesempatan setiap negara anggotanya untuk menciptakan lebih banyak lagi peluang tempat kerja. Tidak hanya itu saja, keberadaan APEC juga membuat harga jasa dan barang jauh lebih murah. Hal tersebut tentu dapat menyebabkan meningkatnya kemampuan dalam berpartisipasi di pasar skala internasional.

Peran APEC sebagai Organisasi Kerjasama di Asia Pasifik

Tiga Bidang Utama Fokus APEC

Tentu saja APEC memiliki peran yang cukup penting bagi setiap negara anggotanya, termasuk Indonesia. tentu saja dalam menjalankan peran tersebut terdapat bidang utama yang sangat difokuskan oleh organisasi tersebut. Setidaknya terdapat tiga bidang utama yang difokuskan. Diantaranya yakni:

1. Liberalisasi perdagangan & investasi
Dalam bidang yang satu ini nantinya APEC bekerja dengan cara mengurangi tarif sekaligus menghapus hambatan-hambatan lainnya yang dapat mengganggu terwujudnya perdagangan bebas.

2. Fasilitas bisnis
Tidak hanya itu saja, fokus utama dari APEC juga memberikan fasilitas interaksi bisnis antar negara anggotanya. Hal tersebut dilakukan dengan cara mengurangi biaya bisnis, meningkatkan hubungan eksportir dan importir, serta berbagai informasi mengenai bidang perdagangan.

3. Kerjasama Ekonomi dan Teknik (ECOTECH)
Program yang satu ini akan memberikan kesempatan pada setiap negara anggota yakin dalam meningkatkan pendidikan serta pelatihan di bidang perdagangan internasional.

Perlu Anda ketahui bahwa setiap negara anggota APEC akan melakukan pertemuan rutinnya sejak tahun 1993. Pertemuan tersebut dilakukan setiap tahunnya dengan tamu rumah yang bergiliran. Tentu saja akan ada banyak peran yang dapat diwujudkan bagi setiap anggota nantinya.

Tujuan Organisasi Kerjasama Antar Negara di Asia Pasifik
Berita Bisnis Ekonomi

Tujuan Organisasi Kerjasama Antar Negara di Asia Pasifik

Tujuan Organisasi Kerjasama Antar Negara di Asia Pasifik – APEC saat ini sudah melakukan banyak hal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi setiap negara anggotanya terutama di tengah berkembangnya ekonomi internasional. Untuk mencapai hal tersebut, tentu saja ada banyak tujuan yang dilakukan olehnya. Baik itu dalam bidang fasilitas usaha, teknik, kerjasama ekonomi, investasi, hingga perdagangan.

  • Tujuan Organisasi Kerjasama APEC

Asiapacificpartnership – Dalam sejarahnya APEC sudah melakukan banyak hal yang memang disepakati oleh banyak pihak termasuk setiap negara anggotanya. Hal tersebut tidak heran jika membuat banyak hal begitu bertentangan. Adapun yang paling dipertahankan adalah mengenai isu ekonomi. Hal inilah mengapa terdapat tujuan dari organisasi tersebut. Berikut beberapa tujuannya:

1. APEC merupakan forum ekonomi dengan tujuannya yakni mendorong sekaligus memberikan fasilitas kegiatan investasi dan perdagangan yang lebih terbuka dan juga bebas terutama yang ada di wilayah Asia Pasifik.

2. Tujuan selanjutnya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi pada kawasan Asia Pasifik agar nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi setiap negara anggotanya.

3. Tidak hanya itu saja, keberadaan APEC juga sudah menjadi tempat usaha negara maju untuk membantu negara lainnya yang masih dalam keadaan berkembang.

4. APEC juga memiliki tujuan dalam meningkatkan kerjasama antar negara anggota untuk mengembangkan kapasitas ekonomi negara anggotanya masing-masing.

5. Tujuan lainnya adalah memperjuangkan kepentingan ekonomi dalam kawasan tersebut pada tengah perkembangan ekonomi secara internasional.

6. Selain itu, organisasi ini juga memiliki tujuan dalam menjalankan kebijakan ekonomi secara sehat yakni dengan tingkat inflasi yang jauh lebih rendah.

7. Organisasi ini juga bertujuan untuk mengurangi hingga mengatasi adanya sengketa ekonomi perdagangan yang terjadi antar anggota.

Itulah beberapa tujuan dari organisasi tersebut yang sudah melakukan kerjasama antar negara-negara yang ada di kawasan Asia Pasifik. APEC sendiri secara umum memiliki tujuan dalam meningkatkan kerjasama dalam hal liberal perdagangan dan hal lain dalam bidang ekonomi antar wilayah tersebut. Adapun sejarah berdirinya organisasi tersebut agar setiap negara dapat memperoleh kerjasama dalam bidang ekonomi regional yang ada pada wilayah Asia Pasifik.

Adapun setiap tujuan yang disebutkan tersebut harus memenuhi beberapa hal terlebih dahulu. Tidak lain yakni setiap keputusan yang diambil harus terlebih dahulu disepakati oleh setiap negara anggotanya. Selain itu, seluruh kesepakatan dalam forum yang ada tersebut perlu dilakukan secara sukarela dan tidak mengikat antar anggotanya. Kemudian, untuk pelaksanaan keputusan tersebut juga perlu dilakukan secara bersama-sama.

Setiap ekonomi yang maju diharapkan dapat melakukan liberalisasi. Hal ini berarti akan ada banyak perundingan yang perlu dilakukan oleh organisasi besar tersebut. Awalnya organisasi ini sendiri hanya untuk kepentingan bersama. Termasuk Indonesia yang menjadi salah satu anggotanya.

Organisasi ini sendiri didirikan saat terjadi pertemuan tingkat menteri antar negara yang ada di kawasan Asia Pasifik di Australia. APEC sendiri dibentuk pada tahun 1989 yang mana Australia merupakan negara pertama yang sangat bersejarah dalam pembentukan organisasi tersebut. Pembentukan organisasi ini sendiri pada dasarnya hanya ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan anggotanya pada kawasan Asia Pasifik.

Baca juga : Mengenal APEC Atau Asia Pacific Economic Cooperation

APEC juga memiliki peran penting dalam memperjuangkan kepentingan ekonomi yang ada di tengah-tengah perkembangan ekonomi internasional yang ada. Anda tentu dapat melihat dengan jelas setiap tujuan organisasi dalam bidang ekonomi yang satu ini dalam membantu setiap negaranya. Indonesia sendiri mendapatkan pengaruh besar atas organisasi tersebut.

Terlebih, APEC juga memberi dukungan atas peningkatan perdagangan yang ada di Indonesia sekaligus membantu banyak hal demi menunjang pertumbuhan ekonomi bangsa menjadi jauh lebih baik. Tidak heran jika keberadaannya menjadi sangat penting demi kepentingan masyarakat, budaya, dan juga sosial.

Mengenal APEC Atau Asia Pacific Economic Cooperation
Berita Ekonomi Forum

Mengenal APEC Atau Asia Pacific Economic Cooperation

Mengenal APEC Atau Asia Pacific Economic Cooperation – Siapa yang belum mengenal APEC? APEC merupakan salah satu organisasi yang bertujuan untuk membentuk kerjasama dalam bidang ekonomi. Organisasi ini sendiri sudah didirikan pada tahun 1989 di Australia. Adapun sejarah berdirinya organisasi tersebut dimulai dengan meningkatnya globalisasi serta pertumbuhan perdagangan blok regional.

Beberapa Negara Anggota APEC

Asiapacificpartnership – APEC pada dasarnya dibuat dengan tujuan untuk memberikan dorongan pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan negara anggotanya yang ada di kawasan Asia Pasifik. Hal tersebut diwujudkan dengan cara memberikan fasilitas dan dorongan terhadap perdagangan maupun investasi yang lebih terbuka dan bebas. Tidak heran jika kerja sama ekonomi antar anggota juga dapat meningkat. Di bawah ini beberapa negara anggota APEC tersebut:

1. Australia
2. Kanada
3. Indonesia
4. Brunei Darussalam
5. Malaysia
6. Korea Selatan
7. Jepang
8. Thailand
9. Singapura
10. Filipina
11. Vietnam
12. Selandia Baru
13. Amerika Serikat
14. Hong Kong
15. China
16. Chili
17. Taipei
18. Papua Nugini
19. Meksiko
20. Rusia
21. Peru

Keberadaan negara anggota tersebut termasuk sebagai kerjasama nonpolitis. Tidak heran jika setiap interaksi yang dilakukan bukan dalam bentuk negara akan tetapi entitas ekonomi. Nantinya, keberadaan APEC tersebut dapat memastikan bahwa jasa, barang, investasi, maupun pergerakan manusia dapat lebih mudah melintasi setiap perbatasannya.

Tidak hanya itu saja, setiap negara anggota APEC juga mendapatkan fasilitas perdagangan tersebut dengan prosedur yang jauh lebih cepat dan juga menguntungkan pada setiap wilayahnya. Hal tersebut dapat menyebabkan sebuah produk maupun jasa lebih mudah diekspor meski hanya dengan memakai standar umum pada seluruh kebijakan ekonomi dari negara anggota APEC.

Keberadaan APEC sendiri tentu sangat membantu setiap negara anggotanya dalam pertumbuhan ekonomi yang ada. APEC bahkan memberikan fasilitas berupa pelatihan keterampilan digital serta pemberdayaan masyarakat sehingga dapat lebih mudah bersaing hingga melakukan kegiatan ekspor ke luar negeri.

APEC sendiri juga menerapkan inisiatifnya dalam keperluan meningkatkan efisiensi energi serta pengelolaan sumber daya hutan maupun laut secara berkelanjutan. Tentu saja, Indonesia akan mendapatkan banyak manfaat sebagai salah satu negara anggota organisasi tersebut.

4 Prinsip Kerjasama APEC

APEC sendiri memiliki prinsip kerjasama yang dibangunberdasarkan prinsip sejarha berdirinya organisasi tersebut. Dimana nantinya setiap anggota dapat menjalankan setiap komitmen tersebut. Di bawah ini merupakan beberapa prinsip kerjasamanya yang bisa Anda ketahui:

1. Sukarela dan tidak mengikat
Hal ini berarti setiap kesepakatan yang diambil dalam forum yang sudah diadakan tersebut dilakukan secara sukarela dan memiliki sifat yang tidak mengikat setiap negara anggotanya.

2. Konsensus
Artinya setiap keputusan yang berlaku di APEC harus mendapat kesepakatan dan bermanfaat bagi seluruh ekonomi anggotanya.

3. Keputusan bersama
Setiap pelaksanaan keputusan organisasi APEC nantinya dilakukan secara bersama-sama. Hal tersebut nantinya disesuaikan dengan kemampuan tiap ekonomi anggotanya tanpa adanya syarat resiprositas tertentu.

4. Liberalisasi ekonomi anggota
Hal tersebut berarti setiap ekonomi yang maju diharapkan dapat melakukan sistem liberalisasi terlebih dahulu bagi para anggota lainnya.

Itulah beberapa informasi mengenai APEC sebagai organisasi kerjasama ekonomi antar negara yang ada di kawasan Asia Pasifik. Tentu saja, keberadaan organisasi tersebut sangat bermanfaat bagi negara Indonesia. Antara lain dalam membangun hubungan saling menguntungkan dan membangun kepercayaan dengan negara lainnya.

APEC juga bermanfaat sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan daya saing negara Indonesia. Dengan begitu kawasan Asia Pasifik akan tetap terbuka bagi setiap produk unggulan yang diekspor oleh pemerintah Indonesia. Hal tersebut tentu dapat turut meningkatkan perdagangan Indonesia.

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), Kerjasama Bidang Ekonomi dari Negara Asia
Berita Bisnis Ekonomi

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), Kerjasama Bidang Ekonomi dari Negara Asia

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), Kerjasama Bidang Ekonomi dari Negara Asia – Pasifik – Secara geografis, kawasan Asia Pasifik meliputi beberapa wilayah seperti Asia Tenggara, Pantai Asia Tiur, Australia, dan negara yang terletak di Oceania. Beberapa negara yang ada di wilayah tersebut kemudian membentuk sebuah kerjasama ekonomi yang disebut dengan Asia Pasific Economic Cooperation atau APEC. Organisasi ini merupakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang ekonomi dan bersifat non politis. APEC didirikan pada tahun 1989. Organisasi ini memiliki tiga pengamat yaitu Pacific Island Forum (PIF) Secreatariat, ASEAN Secretariat, dan Pacific Economic Cooperation Council (PECC). Saat ini ada 21 negara yang menjadi bagian dari APEC yaitu Indonesia, Filipina, Thailand, Singapura, Papua Nugini, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Australia, Selandia Baru, Kanada, Cili, Cina, Hongkong, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Peru, Amerika Serikat, dan Meksiko. Setiap anggota APEC disebut dengan “Ekonomi”. Sehingga, mereka bergabung dengan memakai entitas ekonomi bukan negara.

APEC sebagai sebuah forum kerjasama ekonomi tentunya memiliki tujuan yang ingin dicapai. Tujuan dari dibentuknya APEC adalah forum kerjasama ini harus bisa mendorong dan memberikan fasiltas bagi pertumbuhan ekonomi di Asia Pasifik. Sehingga, kesejahteraan ekonomi Asia Pasifik dapat meningkat. Dalam rangka mewujudkan tujuan utama tersebut, APEC telah menetapkan target yang disebut dengan “The Bogor Goals”. Target ini dibuat saat diadakannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Bogor. KTT APEC ini dilaksanakan pada tahun 1994. Sebagai suatu organisasi kerjasama ekonomi yang ada di kawasan Asia Pasifik, APEC juga memiliki beberapa prinsip kerjasama yaitu Consensus, Voluntary and non-binding, Concerted unilateralism, dan differentiated time frame. Prinsip Consesnsus merupakan sebuah prinsip dimana setiap keputusan yang ada pada APEC harus disepakati dan dapat menghasilkan manfaat bagi 21 ekonomi anggota APEC. Sementara itu, prinsip Voluntary and non-binding mengandung arti bahwa setiap kesepakatan yang diambil dalam APEC harus diambil dalam keadaan sukarela. Hal ini berarti keputusan APEC tidak mengikat 21 Ekonomi Anggota. Mereka bisa memilih untuk melaksanakan atau tidak melaksanakan keputusan APEC. Prinsip Conceted Unilateralism memiliki arti bahwa dalam melaksanan keputusan harus dilakukan sesuai dengan kemampuan tiap Ekonomi Anggota. Sementara itu, prinsip Differentiated Time Frame memiliki arti bahwa liberalisasi akan dilaksanakan oleh Ekonomi maju.

Forum kerjasama APEC memiliki tiga pilar yang digunakan untuk mencapai target Bogor Goals. Pilar yang pertama adalah perdagangan dan investasi yang lebih terbuka. Pilar pertama ini diterapkan dalam rangka untuk menghilangkan hambatan baik tairf maupun non-tarif bagi perkembangan perdagangan dan investasi. Selain itu, pilar ini dapat membuka pasar ekspor bagi produk yang dihasilkan oleh Indonesia. Pilar pertama ini juga diterapkan sebagai salah satu cara untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan peningkatan standar hidup ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Sementara itu, pilar yang kedua adalah fasilitas perdagangan dan investasi. Pilar ini berfokus pada pengurangan biaya transaksi, kemudahan administasi pelabuhan, peningkatan akses terhadap informasi perdagangan, dan penyelarasan kebijakan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi biaya produksi yang dikeluarkan serta peningkatan dalam efisiensi ekonomi. Pilar yang ketiga adalah adanya kerjasama ekonomi dan teknik atau yang lebih sering disebut dengan ECOTECH. Pilar ketiga ini memungkinkan adanya kerjasama dalam bentuk pelatihan yang memungkinkan setiap Ekonomi anggota dapat mengembangkan potensi dan kapasitas ekonominya. Sehingga, setiap Ekonomi anggota dapat menghadapi berbagai isu dan tantangan yang ada pada bidang ekonomi.

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), Kerjasama Bidang Ekonomi dari Negara Asia – Pasifik – Secara geografis, kawasan Asia Pasifik meliputi beberapa wilayah seperti Asia Tenggara, Pantai Asia Tiur, Australia, dan negara yang terletak di Oceania. Beberapa negara yang ada di wilayah tersebut kemudian membentuk sebuah kerjasama ekonomi yang disebut dengan Asia Pasific Economic Cooperation atau APEC. Organisasi ini merupakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang ekonomi dan bersifat non politis. APEC didirikan pada tahun 1989. Organisasi ini memiliki tiga pengamat yaitu Pacific Island Forum (PIF) Secreatariat, ASEAN Secretariat, dan Pacific Economic Cooperation Council (PECC). Saat ini ada 21 negara yang menjadi bagian dari APEC yaitu Filipina yang merupakan tempat berdirinya para perusahaan game judi online, seperti perusahaan, lalu Indonesia, Thailand, Singapura, Papua Nugini, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Australia, Selandia Baru, Kanada, Cili, Cina, Hongkong, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Peru, Amerika Serikat, dan Meksiko. Setiap anggota APEC disebut dengan “Ekonomi”. Sehingga, mereka bergabung dengan memakai entitas ekonomi bukan negara.

APEC sebagai sebuah forum kerjasama ekonomi tentunya memiliki tujuan yang ingin dicapai. Tujuan dari dibentuknya APEC adalah forum kerjasama ini harus bisa mendorong dan memberikan fasiltas bagi pertumbuhan ekonomi di Asia Pasifik. Sehingga, kesejahteraan ekonomi Asia Pasifik dapat meningkat. Dalam rangka mewujudkan tujuan utama tersebut, APEC telah menetapkan target yang disebut dengan “The Bogor Goals”. Target ini dibuat saat diadakannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Bogor. KTT APEC ini dilaksanakan pada tahun 1994. Sebagai suatu organisasi kerjasama ekonomi yang ada di kawasan Asia Pasifik, APEC juga memiliki beberapa prinsip kerjasama yaitu Consensus, Voluntary and non-binding, Concerted unilateralism, dan differentiated time frame. Prinsip Consesnsus merupakan sebuah prinsip dimana setiap keputusan yang ada pada APEC harus disepakati dan dapat menghasilkan manfaat bagi 21 ekonomi anggota APEC. Sementara itu, prinsip Voluntary and non-binding mengandung arti bahwa setiap kesepakatan yang diambil dalam APEC harus diambil dalam keadaan sukarela. Hal ini berarti keputusan APEC tidak mengikat 21 Ekonomi Anggota. Mereka bisa memilih untuk melaksanakan atau tidak melaksanakan keputusan APEC. Prinsip Conceted Unilateralism memiliki arti bahwa dalam melaksanan keputusan harus dilakukan sesuai dengan kemampuan tiap Ekonomi Anggota. Sementara itu, prinsip Differentiated Time Frame memiliki arti bahwa liberalisasi akan dilaksanakan oleh Ekonomi maju.

Forum kerjasama APEC memiliki tiga pilar yang digunakan untuk mencapai target Bogor Goals. Pilar yang pertama adalah perdagangan dan investasi yang lebih terbuka. Pilar pertama ini diterapkan dalam rangka untuk menghilangkan hambatan baik tairf maupun non-tarif bagi perkembangan perdagangan dan investasi. Selain itu, pilar ini dapat membuka pasar ekspor bagi produk yang dihasilkan oleh Indonesia. Pilar pertama ini juga diterapkan sebagai salah satu cara untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan peningkatan standar hidup ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Sementara itu, pilar yang kedua adalah fasilitas perdagangan dan investasi. Pilar ini berfokus pada pengurangan biaya transaksi, kemudahan administasi pelabuhan, peningkatan akses terhadap informasi perdagangan, dan penyelarasan kebijakan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi biaya produksi yang dikeluarkan serta peningkatan dalam efisiensi ekonomi. Pilar yang ketiga adalah adanya kerjasama ekonomi dan teknik atau yang lebih sering disebut dengan ECOTECH. Pilar ketiga ini memungkinkan adanya kerjasama dalam bentuk pelatihan yang memungkinkan setiap Ekonomi anggota dapat mengembangkan potensi dan kapasitas ekonominya. Sehingga, setiap Ekonomi anggota dapat menghadapi berbagai isu dan tantangan yang ada pada bidang ekonomi.

Asia-Pacific Rainforest Summit, Pertemuan Kerjasama Kawasan Asia Pasifik dalam Bidang Lingkungan
Berita Bisnis Ekonomi Energi Forum

Asia-Pacific Rainforest Summit, Pertemuan Kerjasama Kawasan Asia Pasifik dalam Bidang Lingkungan

Asia-Pacific Rainforest Summit, Pertemuan Kerjasama Kawasan Asia Pasifik dalam Bidang Lingkungan – Kawasan Asia Pasifik merupakan salah satu kawasan di dunia yang memiliki hutan hujan tropis yang sangat luas. Luas hutan hujan tropis yang ada di kawasan Asia Pasifik sebesar 74 juta hektar atau sekitar 18% dari luas hutan hujan yang ada di dunia. Selain itu, kawasan hutan hujan tropis yang ada di Asia Pasifik merupakan salah satu tempat konservasi flora dan fauna yang ada di dunia. Oleh karena itu, keberadaan hutan hujan tropis di kawasan Asia Pasifik harus dijaga. Akan tetapi, ada beberapa masalah yang dihadapi oleh negara di kawasan Asia Pasifik mengenai konservasi hutan hujan. Terjadi banyak degradasi hutan melalui berbagai cara seperti pembalakan liar, kebakaran hutan, pencurian flora dan fauna, dll. Selain itu, kebakaran hutan yang sering terjadi di hutan hujan tropis yang ada di Asia Pasifik juga menyebabkan banyaknya polusi udara. Oleh karena itu, diperlukan suatu kerjasama antar negara yang ada di kawasan Asia Pasifik dalam menanggulangi degradasi hutan dan pencemaran udara.

Salah satu cara yang ditempuh adalah membentuk suatu forum kerjasam yang bergerak di bidang lingkungan terutama konservasi hutan. Forum kerjasama tersebut disebut dengan Asia – Pacific Rainforest Partnership (APRP) didasari pada hasil kesepakatan Paris Agreement dan REDD+. Kedua hasil kesepakatan tersebut mengemukakan bahwa setiap negara harus mampu mengurangi emisi dan pencemaran udara dari setiap aktivitas termasuk kebakaran hutan. Sebagai suatu forum kerjasama di bidang lingkungan, APRP mempunyai fokus beberapa hal. Salah satunya adalah penanggulangan degradasi hutan, pemberantasan praktek pembalakan liar, pencegahan dan mitigasi dari kebakaran hutan, serta penguatan ekonomi di antara negara-negara anggota APRP. Forum kerjasama ini juga rutin melaksanakan pertemuan setiap dua tahun sekali. Pertemuan tersebut dikenal dengan nama Asia-Pacific Rainforest Summit atau APRS.

Pertemuan pertama APRS diselenggarakan oleh pemerintah Australia pada tanggal 11 – 12 November 2014. Lokasi penyelenggaraan adalah kota Sydney. Pertemuan APRS pertama ini dihadiri oleh lebih dari 300 politisi dan ahli mengenai lingkungan. Acara ini juga dihadiri oleh penjabat senior dari berbagai negara seperti Cina, Jepang, Jerman, Kamboja, dan Indonesia. Selain itu, beberapa pimpinan lembaga internasional seperti International Union for Conservation of Nature, UNESCO, dan Centre for International Forestry Research and International Tropical Timber Organization. Beberapa topik diskusi dari pertemuan ini membawa beberapa fokus tujuan yang harus dilaksanakan yaitu Papua Nugini yang harus membuat sebuah moratorium terkait eksport pada tahun 2020 hingga 2030, Vietnam harus mengembalikan hutan dalam kondisi baik sejumlah 42% pada tahun 2015 dan 45% pada tahun 2020, laos juga harus mengembalikan sekitar 6.5 juta hektar dari hutan yang telah terdegradasi, serta Indonesia yang harus menjaga 63 juta hektar daerah sensitif.

Pertemuan kedua diselenggarakan pada tanggal 3 – 5 Agustus 2016 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Pertemuan ini dihadiri oleh 300 wakil dari berbagai negara serta sektor swasta. Pertemuan ini menghasilkan beberapa kesimpulan yaitu, penguatan kerjasama di bidang konservasi hutan di kawasan Asia Pasifik, penguatan peran sektor swasta dalam penanganan degradasi hutan, serta penguatan dalam pencegahan perubahan iklim. Pertemuan APRS yang ketiga dilaksanakan di Yogyakarta, Indonesia pada tanggal 23 – 25 April 2018. Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai wakil negara, sektor swasta, peneliti, dll. Pertemuan APRS yang ketiga ini membahas penguatan kerjasama dalam bidang konservasi hutan serta ekonomi.

Tujuan, Prinsip, dan Manfaat dari Asia Pasific Economic Cooperation (APEC)
Berita Bisnis Ekonomi

Tujuan, Prinsip, dan Manfaat dari Asia Pasific Economic Cooperation (APEC)

Tujuan, Prinsip, dan Manfaat dari Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) – Saat ini, untuk menjamin adanya keadaan ekonomi yang sesuai bagi setiap negara, terdapat beberapa forum kerjasama ekonomi yang dibentuk oleh beberapa negara terutama negara yang berada di satu kawasan yang sama. Hal inilah yang juga terjadi pada negara yang ada di kawasan Asia Pasifik. Beberapa negara membentuk suatu forum kerjasama di bidang ekonomi yang disebut dengan Asia Pasific Economic Cooperation atau APEC. Forum kerjasama ekonomi ini diprakarsai oleh Australia dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi ekonomi serta politik di tahun pembentukan. APEC didirikan pada tahun 1989 pada saat pertemuan ekonomi di Canberra Australia. Setiap negara yang bergabung dengan APEC disebut dengan Ekonomi anggota. Saat ini, APEC memiliki setidaknya 21 Ekonomi Anggota yaitu, Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Chili, Peru, Selandia Baru, Australia, Papua Nugini, Indonesia, Filipina, Malaysia, Brunie Darussalam, Thailand, dan Singapura.

Tujuan dari dibentuknya APEC adalah menciptakan perdagangan bebas tanpa hambatan bagi negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Selain itu, peningkatan kualitas perdagangan dan investasi yang dilakukan oleh negara di kawasan Asia Pasifik. Hal ini tercermin pada kesepakatan yang diambil pada tahun 1994 yang disebut dengan The Bogor Goals. Sementara itu, untuk mewujudkan tujuan utama dari APEC, forum kerjasama ini mempunyai beberapa prinsip yang harus dijalankan oleh anggotanya yaitu perdagangan dan investasi yang lebih terbuka, fasilitas perdagangan dan investasi, serta kerjasama Ekonomi dan Teknik yang disebut dengan ECOTECH. Perdagangan dan investasi yang lebih terbuka memungkinkan negara anggota APEC dapat melakukan perdagangan tanpa adanya hambatan baik tarif maupun nontarif. Selain itu, pertumbuhan ekonomi dan investasi serta kesejahteraan hidup masyarakat dari negara anggota APEC dapat meningkat. Sementara itu, fasilitas pedagangan dan investasi meliputi peningkatan akses informasi perdagangan, semakin mudahnya administrasi pada pelabuhan, pengurangan biaya transaksi serta penyesuaikan kebijakan antar negara anggota. Hal ini dimaksudkan untuk menurunkan harga barang dan jasa karena biaya produksinya turun dan meningkatkan efisiensi ekonomi di negara anggota APEC. Sementara itu, prinsip ketiga dari APEC yaitu adanya kerjasama ECOTECH memungkinkan adanya pelatihan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dari anggota APEC. Semakin maju sumber daya manusia yang dimiliki, maka potensi pertumbuhan ekonomi juga semakin besar.

Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari adanya APEC baik untuk negara anggota APEC maupun kawasan Asia Pasifik. Manfaat APEC bagi anggotanya adalah meningkatkan kepercayaan dan hubungan diplomatis yang menguntungkan bagi sesama anggota APEC, meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia dari negara anggota melalui berbagai pelatihan serta kelompok kerja APEC, meningkatkan kesempatan pasar bebas bagi produk ekspor negara anggota, serta meningkatkan investasi yang masuk bagi negara anggota. Oleh karena itu, penting adanya untuk memastikan bahwa kinerja APEC berfokus pada kerjasama ekonomi yang tidak ditumpangi dengan isu isu lain seperti politik dan keamanan.

Tujuan, Prinsip, dan Manfaat dari Asia Pasific Economic Cooperation

Sementara itu, manfaat APEC bagi kawasan adalah menjaga stabilitas ekonomi bagi negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Hal ini terlihat pada tahun 2013 dimana laju pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Pasifik lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi global. Selain itu, manfaat lain dari APEC bagi kawasan Asia Pasifik adalah terciptanya kondisi yang memungkinkan untuk peningkatan kualitas dan kuantitas perdagangan di kawasan Asia Pasifik. Selain itu, APEC juga memberikan fasilitas bagi perusahaan IDN Poker dan perusahaan dunia usaha lainnya melalui beberapa program yaitu APEC Business Travel Card (ABTC).

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
Berita Bisnis Ekonomi Energi

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) – Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) merupakan salah satu forum kerjasama ekonomi yang melingkupi negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Negara yang menjadi anggota APEC disebut dengan Ekonomi. APEC telah didirikan sejak tahun 1989. Saat ini, APEC memiliki 21 Ekonomi anggota yang melingkupi negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, dan Filipina. Selain itu, ada negara di Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, Cina, Hongkong, dan Taipei. Sementara itu ada beberapa negara lain dari daerah lain seperti Australia, Kanada, Selandia Baru, Amerika Serikat, Meksiko, Peru, Papuan Nugini dan Cili. Tujuan utama dari APEC adalah peningkatan kerjasama ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Untuk itu, pada tahun 1994, diselenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Bogor yang membahas tentang target dari APEC. Target tersebut dikenal dengan nama “The Bogor Goals”.

Lantas, bagaimana mekanisme pertemuan yang ada di APEC. Secara umum, pertemuan anggota Ekonomi APEC dimulai dari pertemuan Menteri Luar Negeri dan Menteri Perdagangan APEC dalam suatu pertemuan yang diberi nama APEC Ministerial Meeting atau AMM. Setelah itu, Pejabat Tinggi atau Senior Officials menindaklanjuti hasil kesepakatan yang dihasilkan oleh AMM dalam sebuah pertemuan yang diadakan setidaknya tiga kali dalam setahun. Hasil pertemuan dari para Pejabat Tinggi yang sering disebut dengann Senior Officials Meeting (SOM) ditindaklanjuti oleh Komite, Fora, Subfora, dan Working Groups. Sampai saat ini, ada kurang lebih 34 fora, subfora, dan working groups yang bekerja dan mengadakan pertemuan secara rutin. Hal ini disebabkan semakin meningkatnya beberapa isu mengenai perdagangan dan investasi di kawasan Asia Pasific. Setiap pemimpin dari masing-maisng Ekonomi anggota APEC juga mengikuti pertemuan setahun sekali yang diberi nama APEC Economic Leader’s Meeting (AELM). Semua pertemuan tersebut diupayakan dalam rangka mencapai tujuan utama dari APEC.

Sebagai salah satu Ekonomi di APEC, Indonesia juga turut berpartisipasi dalam setiap kegiatan APEC. Salah satunya adalah melalui beberapa lembaga yang menjadi focal point APEC di Indonesia. Secara umum, koordinator nasional Indonesia yang menjadi penanggung jawab APEC ada di bawah naungan Kementrian Luar Negeri. Selain itu, Indonesia juga berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang dilakukan APEC termasuk dalam kegiatan fora dan subfora. Beberapa kementrian dan lembaga nasional yang terkat dalam bidang kerja fora dan subfora ikut dalam kerjasam tersebut. Misalnya, Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian yang terlibat dalam proyek kerja Economic Committee (EC). Sementara itu, Kementrian Perdagangan berpatisipasi dalam kegiatan yang diselanggarakan oleh Committee on Trade and Investment (CTI). Kementrian PPN / Bappenas juga berpastisipasi aktif pada SOM Steering Committe on Economic and Technical Cooperation (SCE).

Partisipasi Indonesia dalam APEC juga memberikan beberapa manfaat yang cukup besar bagi Indonesia. Salah satu manfaatnya adalah jumlah investasi yang meningkat setiap tahunnya. Selain itu, pasar ekonomi yang ada di kawasan Asia Pasifik dapat dijadikan sebagai salah satu pasar terbuka yang menjanjikan bagi produk ekspor Indonesia. Setiap tahunnya, terjadi kenaikan produk ekspor yang ada di kawasan Asia Pasifik. Selain itu, keikutsertaan Indonesia dalam APEC juga dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas yang dimiliki Indonesia. Hal ini juga berlaku dengan peningkatan daya saing Indonesia. APEC juga digunakan untuk meningkatkan kerjasama dan saling percaya antara negara yang ada di wilayan Asia Pasifik.

Peran Indonesia dalam Asia Pasific Economic Cooperation (APEC)
Berita Bisnis Ekonomi Energi Forum

Peran Indonesia dalam Asia Pasific Economic Cooperation (APEC)

Peran Indonesia dalam Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) – Saat ini, kerjasama antara berbagai negara tidak bisa dihindarkan. Demi memperkuat perkembangan ekonomi, ada banyak kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara. Salah satunya adalah kerjasama antar berbagai negara di kawasan yang sama. Bagi negara-negara yang ada di kawasan Asia Pasifik, mereka membentuk sebuah kerjasama yang disebut dengan Asia – Pacific Economic Cooperation atau yang lebih sering disebut dengan APEC. Forum kerjasam APEC berfokus pada penguatan bidang kerjasama ekonomi dan investasi. APEC didirikan pada tahun 1989. Negara yang terdaftar menjadi anggota APEC disebut dengan Ekonomi. Saat ini ada 21 Ekonomi yang terdaftar sebagai anggota APEC. 21 Ekonomi tersebut berasal dari beberapa wilayah seperti Asia Timur, Asia Tenggara, dan negara di Oceania. 21 Ekonomi tersebut adalah Jepang, Korea Selatan, Cina, Taipei, Hongkong, Indonesia, Vietnam, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Cili, Peru, Papua Nugini, Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Australia, dan Selandia Baru.

Sebagai salah satu anggota Ekonomi di APEC, Indonesia mempunyai peran yang cukup krusial. Salah satunya adalah peran Indonesia sebagai Ketua APEC pada tahun 1994. Indonesia dipercaya sebagai pemimpin APEC pada tahun tersebut karena pertumbuhan ekonomi Indonesia saat itu merupakan yang tertinggi dari berbagai negara yang ada di kawasan Asia Pasifik. Atas penunjukan sebagai pemimpin APEC tersebut, Indonesia banyak berpatisipasi dalam setiap kebijakan yang ada di dalam APEC. Sehingga, tujuan pembangunan nasional yang telah dirancang oleh Indonesia menjadi terlaksana dengan baik. Indonesia kembali menjabat sebagai pimpinan APEC pada tahun 2013. Perpindahan kepemimpinan terjadi pada tahun 2012 di KTT APEC yang diselenggarakan di Rusia.

Peran Indonesia lain dalam APEC adalah sebagai tuan rumah KTT APEC pada tahun 1994 dan 2013. Saat itu, Indonesia menjabat sebagai pimpinan APEC pada tahun-tahun tersebut. Pada tahun 1994, KTT APEC diselenggarakan di Bogor. Saat itu, Indonesia menjadi salah satu negara yang mencetuskan adanya target yang harus diraih oleh APEC. Target tersebut sering disebut dengan The Bogor Declaration dan The Bogor Goals. Kedua kesepakatan tersebut yang kemudian dijadikan arah kebijakan dari APEC yaitu menentang adanya suatu blok perdagangan yang sifatnya tertutup serta membuat sebuah sistem perdagangan yang bebas di kawasan Asia Pasifik. Hal ini dilakukan agar perkembangan perdagangan dan investasi di kawasan Asia Pasifik dapat tercapai tanpa adanya hambatan baik yang bersifat tarif maupun non tarif. Selain itu, adanya perdagangan bebas di kawasan Asia Pasifik juga berdampak positif terhadap barang ekspor dari suatu negara karena tersedianya pasar yang lebih luas. Sementara itu, pada tahun 2013, KTT APEC diselenggarakan oleh agen bola di Bali. Tema KTT APEC 2013 adalah Resilient Asia Pacific : The Global Engine Growth. Pada KTT APEC 2013 ini, kekuatan Indonesia pada forum internasional semakin diakui.

Indonesia juga turut berperan dalam pembentukan Economic and Technical Cooperation (ECOTECH). Badan ini merupakan salah satu pelaksanaan dari pilar utama dari pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh APEC. ECOTECH berupaya untuk mengurangi kesenjangan atau perbedaan kekuatan ekonomi yang ada di negara-negara APEC. ECOTECH melaksanakan fungsinya dengan mempercepat pembangunan sumber daya manusia yang ada di negara-negara APEC. Selain itu, ECOTECH juga berupaya agar negara-negara berkembang yang ada di kawasan Asia – Pasifik dapat berubah menjadi negara maju. Saat ini, beberapa kementrian Indonesia berpartisipasi di dalam beberapa badan kerja yang dibentuk oleh APEC seperti EC, STI, dan SCE.

Kerjasama Kawasan Asia Pasifik di Bidang Lingkungan – Asia-Pacific Rainforest Partnership
Berita Energi

Kerjasama Kawasan Asia Pasifik di Bidang Lingkungan – Asia-Pacific Rainforest Partnership

Kerjasama Kawasan Asia Pasifik di Bidang Lingkungan – Asia-Pacific Rainforest Partnership – Saat ini, dunia tengah menghadapi tingkat polusi udara yang sangat tinggi. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab polusi udara salah satunya adalah kebakaran hutan. Di Indonesia, kebakaran hutan hampir terjadi setiap tahunnya. Ada banyak penyebab kebakaran hutan baik faktor alam maupun disengaja oleh manusia. Oleh karena itu, perlu ada pengawasan khusus sehingga kebakaran hutan dapat dicegah. Di sisi lain, kawasan Asia Pasifik merupakan salah satu kawasan di dunia yang memiliki hutan hujan tropis yang sangat luas. Hutan hujan tropis di kawasan Asia Pasifik mempunyai luas sekitar 740 juta hektar. Luas ini menjadikan hutan hujan tropis di Asia Pasifik merupakan penyumbang sekitar 18% hutan hujan di dunia. Oleh karena itu, hutan hujan tropis yang ada di kawasan Asia Pasifik merupakan salah satu sumber paru-paru dunia. Sehingga, keberadaanya harus selalu dijaga.

Untuk dapat melindungi hutan hujan tropis yang ada di kawasan Asia Pasifik serta menanggulangi pencemaran dan polusi udara yang semakin besar, dibentuklah suatu forum kerjasama di bidang lingkungan di kawasan Asia Pasifik. Forum kerjasama bidang lingkungan di kawasan Asia Pasifik ini disebut dengan Asia – Pacific Rainforest Partnership (APRP). Forum kerjasama di bidang lingkungan ini didasari pada hasil kesepakatan yang termuat dari Paris Agreement dan REDD+. Hasil kesepakatan dari dua pertemuan tersebut bertujuan untuk mengurangi emisi dan polusi udara dari pembakaran hutan.

Ada beberapa poin yang menjadi fokus dari APRP ini seperti merestorasi hutan yang telah terdegradasi dan melindungi hutan yang mempunyai nilai konservasi yang tinggi. Banyak hutan yang ada di kawasan Asia Tenggara mengalami degradasi. Hal ini disebabkan karena adanya pembukaan lahan melalui penebangan liar ataupun pembakaran. Sementara itu, di sisi lain, hutan yang ada di kawasan Asia Pasifik bukan hanya sebagai sumber paru-paru dunia akan tetapi juga sebagai sumber konservasi bagi flora dan fauna. APRP juga berfokus pada pemberian informasi terkait kebijakan politik nasional yang menangani degradasi dari hutan hujan tropis dan memberi dukungan pada perkembangan ekonomi negara bersangkutan. Selain itu, APRP juga berfokus pada peningkatan ilmu pengetahuan terkait konservasi, biodiversity, dan kelangkaan flora serta fauna yang ada di hutan hujan tropis tersebut. APRP juga mempunyai fokus pada peningkatan kolaborasi antara negara-negara yang ada di kawasan Asia Pasifik untuk meningkatkan peningkatan pengawasan hutan hujan tropis terkait pembalakan liar dan pembakaran hutan. APRP juga membantu negara anggota untuk dapat meningkatkan sistem ketahanan nasional dan sistem monitoring agar dapat mengimplementasikan hasil dari REDD+.

APRP telah mengadakan beberapa pertemuan rutin sejak tahun 2014. Pertemuan pertama ini dilakukan pada tahun 2014 yang bertempat di Australia. Forum pertemuan APRP dinamakan sebagai Asia – Pasific Rainforest Summit atau APRS. Pemerintah Australia merupakan tuan rumah pertama dari ASPS. Setelah itu, pada tahun 2016 tepatnya bulan Agustus, APRS yang kedua resmi diadakan di Brunie Darussalam. Pada pertemuan kedua ini, topik yang dibahas lebih mengarah pada bagaimana peningkatan konservasi hutan, perubahan iklim, dan implementasi dari Paris Agreement pada kawasan Asia Pasifik. Sementara itu, pertemuan APRS yang ketiga dilaksanakan di Yogyakarta oleh Pemerintah Indonesia yang bekerjasama oleh Pemerintah Australia. Fokus pembicaan APRS yang ketiga adalah bagaimana cara melindungi hutan hujan tropis dan juga mendukung perkembangan ekonomi.