Asia-Pacific Rainforest Summit, Pertemuan Kerjasama Kawasan Asia Pasifik dalam Bidang Lingkungan

Asia-Pacific Rainforest Summit, Pertemuan Kerjasama Kawasan Asia Pasifik dalam Bidang Lingkungan

September 18, 2020 0 By ashipner

Asia-Pacific Rainforest Summit, Pertemuan Kerjasama Kawasan Asia Pasifik dalam Bidang Lingkungan – Kawasan Asia Pasifik merupakan salah satu kawasan di dunia yang memiliki hutan hujan tropis yang sangat luas. Luas hutan hujan tropis yang ada di kawasan Asia Pasifik sebesar 74 juta hektar atau sekitar 18% dari luas hutan hujan yang ada di dunia. Selain itu, kawasan hutan hujan tropis yang ada di Asia Pasifik merupakan salah satu tempat konservasi flora dan fauna yang ada di dunia. Oleh karena itu, keberadaan hutan hujan tropis di kawasan Asia Pasifik harus dijaga. Akan tetapi, ada beberapa masalah yang dihadapi oleh negara di kawasan Asia Pasifik mengenai konservasi hutan hujan. Terjadi banyak degradasi hutan melalui berbagai cara seperti pembalakan liar, kebakaran hutan, pencurian flora dan fauna, dll. Selain itu, kebakaran hutan yang sering terjadi di hutan hujan tropis yang ada di Asia Pasifik juga menyebabkan banyaknya polusi udara. Oleh karena itu, diperlukan suatu kerjasama antar negara yang ada di kawasan Asia Pasifik dalam menanggulangi degradasi hutan dan pencemaran udara.

Salah satu cara yang ditempuh adalah membentuk suatu forum kerjasam yang bergerak di bidang lingkungan terutama konservasi hutan. Forum kerjasama tersebut disebut dengan Asia – Pacific Rainforest Partnership (APRP) didasari pada hasil kesepakatan Paris Agreement dan REDD+. Kedua hasil kesepakatan tersebut mengemukakan bahwa setiap negara harus mampu mengurangi emisi dan pencemaran udara dari setiap aktivitas termasuk kebakaran hutan. Sebagai suatu forum kerjasama di bidang lingkungan, APRP mempunyai fokus beberapa hal. Salah satunya adalah penanggulangan degradasi hutan, pemberantasan praktek pembalakan liar, pencegahan dan mitigasi dari kebakaran hutan, serta penguatan ekonomi di antara negara-negara anggota APRP. Forum kerjasama ini juga rutin melaksanakan pertemuan setiap dua tahun sekali. Pertemuan tersebut dikenal dengan nama Asia-Pacific Rainforest Summit atau APRS.

Pertemuan pertama APRS diselenggarakan oleh pemerintah Australia pada tanggal 11 – 12 November 2014. Lokasi penyelenggaraan adalah kota Sydney. Pertemuan APRS pertama ini dihadiri oleh lebih dari 300 politisi dan ahli mengenai lingkungan. Acara ini juga dihadiri oleh penjabat senior dari berbagai negara seperti Cina, Jepang, Jerman, Kamboja, dan Indonesia. Selain itu, beberapa pimpinan lembaga internasional seperti International Union for Conservation of Nature, UNESCO, dan Centre for International Forestry Research and International Tropical Timber Organization. Beberapa topik diskusi dari pertemuan ini membawa beberapa fokus tujuan yang harus dilaksanakan yaitu Papua Nugini yang harus membuat sebuah moratorium terkait eksport pada tahun 2020 hingga 2030, Vietnam harus mengembalikan hutan dalam kondisi baik sejumlah 42% pada tahun 2015 dan 45% pada tahun 2020, laos juga harus mengembalikan sekitar 6.5 juta hektar dari hutan yang telah terdegradasi, serta Indonesia yang harus menjaga 63 juta hektar daerah sensitif.

Pertemuan kedua diselenggarakan pada tanggal 3 – 5 Agustus 2016 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Pertemuan ini dihadiri oleh 300 wakil dari berbagai negara serta sektor swasta. Pertemuan ini menghasilkan beberapa kesimpulan yaitu, penguatan kerjasama di bidang konservasi hutan di kawasan Asia Pasifik, penguatan peran sektor swasta dalam penanganan degradasi hutan, serta penguatan dalam pencegahan perubahan iklim. Pertemuan APRS yang ketiga dilaksanakan di Yogyakarta, Indonesia pada tanggal 23 – 25 April 2018. Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai wakil negara, sektor swasta, peneliti, dll. Pertemuan APRS yang ketiga ini membahas penguatan kerjasama dalam bidang konservasi hutan serta ekonomi.