Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), Kerjasama Bidang Ekonomi dari Negara Asia

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), Kerjasama Bidang Ekonomi dari Negara Asia

September 18, 2020 0 By ashipner

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), Kerjasama Bidang Ekonomi dari Negara Asia – Pasifik – Secara geografis, kawasan Asia Pasifik meliputi beberapa wilayah seperti Asia Tenggara, Pantai Asia Tiur, Australia, dan negara yang terletak di Oceania. Beberapa negara yang ada di wilayah tersebut kemudian membentuk sebuah kerjasama ekonomi yang disebut dengan Asia Pasific Economic Cooperation atau APEC. Organisasi ini merupakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang ekonomi dan bersifat non politis. APEC didirikan pada tahun 1989. Organisasi ini memiliki tiga pengamat yaitu Pacific Island Forum (PIF) Secreatariat, ASEAN Secretariat, dan Pacific Economic Cooperation Council (PECC). Saat ini ada 21 negara yang menjadi bagian dari APEC yaitu Indonesia, Filipina, Thailand, Singapura, Papua Nugini, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Australia, Selandia Baru, Kanada, Cili, Cina, Hongkong, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Peru, Amerika Serikat, dan Meksiko. Setiap anggota APEC disebut dengan “Ekonomi”. Sehingga, mereka bergabung dengan memakai entitas ekonomi bukan negara.

APEC sebagai sebuah forum kerjasama ekonomi tentunya memiliki tujuan yang ingin dicapai. Tujuan dari dibentuknya APEC adalah forum kerjasama ini harus bisa mendorong dan memberikan fasiltas bagi pertumbuhan ekonomi di Asia Pasifik. Sehingga, kesejahteraan ekonomi Asia Pasifik dapat meningkat. Dalam rangka mewujudkan tujuan utama tersebut, APEC telah menetapkan target yang disebut dengan “The Bogor Goals”. Target ini dibuat saat diadakannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Bogor. KTT APEC ini dilaksanakan pada tahun 1994. Sebagai suatu organisasi kerjasama ekonomi yang ada di kawasan Asia Pasifik, APEC juga memiliki beberapa prinsip kerjasama yaitu Consensus, Voluntary and non-binding, Concerted unilateralism, dan differentiated time frame. Prinsip Consesnsus merupakan sebuah prinsip dimana setiap keputusan yang ada pada APEC harus disepakati dan dapat menghasilkan manfaat bagi 21 ekonomi anggota APEC. Sementara itu, prinsip Voluntary and non-binding mengandung arti bahwa setiap kesepakatan yang diambil dalam APEC harus diambil dalam keadaan sukarela. Hal ini berarti keputusan APEC tidak mengikat 21 Ekonomi Anggota. Mereka bisa memilih untuk melaksanakan atau tidak melaksanakan keputusan APEC. Prinsip Conceted Unilateralism memiliki arti bahwa dalam melaksanan keputusan harus dilakukan sesuai dengan kemampuan tiap Ekonomi Anggota. Sementara itu, prinsip Differentiated Time Frame memiliki arti bahwa liberalisasi akan dilaksanakan oleh Ekonomi maju.

Forum kerjasama APEC memiliki tiga pilar yang digunakan untuk mencapai target Bogor Goals. Pilar yang pertama adalah perdagangan dan investasi yang lebih terbuka. Pilar pertama ini diterapkan dalam rangka untuk menghilangkan hambatan baik tairf maupun non-tarif bagi perkembangan perdagangan dan investasi. Selain itu, pilar ini dapat membuka pasar ekspor bagi produk yang dihasilkan oleh Indonesia. Pilar pertama ini juga diterapkan sebagai salah satu cara untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan peningkatan standar hidup ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Sementara itu, pilar yang kedua adalah fasilitas perdagangan dan investasi. Pilar ini berfokus pada pengurangan biaya transaksi, kemudahan administasi pelabuhan, peningkatan akses terhadap informasi perdagangan, dan penyelarasan kebijakan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi biaya produksi yang dikeluarkan serta peningkatan dalam efisiensi ekonomi. Pilar yang ketiga adalah adanya kerjasama ekonomi dan teknik atau yang lebih sering disebut dengan ECOTECH. Pilar ketiga ini memungkinkan adanya kerjasama dalam bentuk pelatihan yang memungkinkan setiap Ekonomi anggota dapat mengembangkan potensi dan kapasitas ekonominya. Sehingga, setiap Ekonomi anggota dapat menghadapi berbagai isu dan tantangan yang ada pada bidang ekonomi.

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), Kerjasama Bidang Ekonomi dari Negara Asia – Pasifik – Secara geografis, kawasan Asia Pasifik meliputi beberapa wilayah seperti Asia Tenggara, Pantai Asia Tiur, Australia, dan negara yang terletak di Oceania. Beberapa negara yang ada di wilayah tersebut kemudian membentuk sebuah kerjasama ekonomi yang disebut dengan Asia Pasific Economic Cooperation atau APEC. Organisasi ini merupakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang ekonomi dan bersifat non politis. APEC didirikan pada tahun 1989. Organisasi ini memiliki tiga pengamat yaitu Pacific Island Forum (PIF) Secreatariat, ASEAN Secretariat, dan Pacific Economic Cooperation Council (PECC). Saat ini ada 21 negara yang menjadi bagian dari APEC yaitu Filipina yang merupakan tempat berdirinya para perusahaan game judi online, seperti perusahaan IDN Poker, lalu Indonesia, Thailand, Singapura, Papua Nugini, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Australia, Selandia Baru, Kanada, Cili, Cina, Hongkong, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Peru, Amerika Serikat, dan Meksiko. Setiap anggota APEC disebut dengan “Ekonomi”. Sehingga, mereka bergabung dengan memakai entitas ekonomi bukan negara.

APEC sebagai sebuah forum kerjasama ekonomi tentunya memiliki tujuan yang ingin dicapai. Tujuan dari dibentuknya APEC adalah forum kerjasama ini harus bisa mendorong dan memberikan fasiltas bagi pertumbuhan ekonomi di Asia Pasifik. Sehingga, kesejahteraan ekonomi Asia Pasifik dapat meningkat. Dalam rangka mewujudkan tujuan utama tersebut, APEC telah menetapkan target yang disebut dengan “The Bogor Goals”. Target ini dibuat saat diadakannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Bogor. KTT APEC ini dilaksanakan pada tahun 1994. Sebagai suatu organisasi kerjasama ekonomi yang ada di kawasan Asia Pasifik, APEC juga memiliki beberapa prinsip kerjasama yaitu Consensus, Voluntary and non-binding, Concerted unilateralism, dan differentiated time frame. Prinsip Consesnsus merupakan sebuah prinsip dimana setiap keputusan yang ada pada APEC harus disepakati dan dapat menghasilkan manfaat bagi 21 ekonomi anggota APEC. Sementara itu, prinsip Voluntary and non-binding mengandung arti bahwa setiap kesepakatan yang diambil dalam APEC harus diambil dalam keadaan sukarela. Hal ini berarti keputusan APEC tidak mengikat 21 Ekonomi Anggota. Mereka bisa memilih untuk melaksanakan atau tidak melaksanakan keputusan APEC. Prinsip Conceted Unilateralism memiliki arti bahwa dalam melaksanan keputusan harus dilakukan sesuai dengan kemampuan tiap Ekonomi Anggota. Sementara itu, prinsip Differentiated Time Frame memiliki arti bahwa liberalisasi akan dilaksanakan oleh Ekonomi maju.

Forum kerjasama APEC memiliki tiga pilar yang digunakan untuk mencapai target Bogor Goals. Pilar yang pertama adalah perdagangan dan investasi yang lebih terbuka. Pilar pertama ini diterapkan dalam rangka untuk menghilangkan hambatan baik tairf maupun non-tarif bagi perkembangan perdagangan dan investasi. Selain itu, pilar ini dapat membuka pasar ekspor bagi produk yang dihasilkan oleh Indonesia. Pilar pertama ini juga diterapkan sebagai salah satu cara untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan peningkatan standar hidup ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Sementara itu, pilar yang kedua adalah fasilitas perdagangan dan investasi. Pilar ini berfokus pada pengurangan biaya transaksi, kemudahan administasi pelabuhan, peningkatan akses terhadap informasi perdagangan, dan penyelarasan kebijakan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi biaya produksi yang dikeluarkan serta peningkatan dalam efisiensi ekonomi. Pilar yang ketiga adalah adanya kerjasama ekonomi dan teknik atau yang lebih sering disebut dengan ECOTECH. Pilar ketiga ini memungkinkan adanya kerjasama dalam bentuk pelatihan yang memungkinkan setiap Ekonomi anggota dapat mengembangkan potensi dan kapasitas ekonominya. Sehingga, setiap Ekonomi anggota dapat menghadapi berbagai isu dan tantangan yang ada pada bidang ekonomi.