Peran Indonesia dalam Asia Pasific Economic Cooperation (APEC)

Peran Indonesia dalam Asia Pasific Economic Cooperation (APEC)

August 7, 2020 0 By ashipner

Peran Indonesia dalam Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) – Saat ini, kerjasama antara berbagai negara tidak bisa dihindarkan. Demi memperkuat perkembangan ekonomi, ada banyak kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara. Salah satunya adalah kerjasama antar berbagai negara di kawasan yang sama. Bagi negara-negara yang ada di kawasan Asia Pasifik, mereka membentuk sebuah kerjasama yang disebut dengan Asia – Pacific Economic Cooperation atau yang lebih sering disebut dengan APEC. Forum kerjasam APEC berfokus pada penguatan bidang kerjasama ekonomi dan investasi. APEC didirikan pada tahun 1989. Negara yang terdaftar menjadi anggota APEC disebut dengan Ekonomi. Saat ini ada 21 Ekonomi yang terdaftar sebagai anggota APEC. 21 Ekonomi tersebut berasal dari beberapa wilayah seperti Asia Timur, Asia Tenggara, dan negara di Oceania. 21 Ekonomi tersebut adalah Jepang, Korea Selatan, Cina, Taipei, Hongkong, Indonesia, Vietnam, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Cili, Peru, Papua Nugini, Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Australia, dan Selandia Baru.

Sebagai salah satu anggota Ekonomi di APEC, Indonesia mempunyai peran yang cukup krusial. Salah satunya adalah peran Indonesia sebagai Ketua APEC pada tahun 1994. Indonesia dipercaya sebagai pemimpin APEC pada tahun tersebut karena pertumbuhan ekonomi Indonesia saat itu merupakan yang tertinggi dari berbagai negara yang ada di kawasan Asia Pasifik. Atas penunjukan sebagai pemimpin APEC tersebut, Indonesia banyak berpatisipasi dalam setiap kebijakan yang ada di dalam APEC. Sehingga, tujuan pembangunan nasional yang telah dirancang oleh Indonesia menjadi terlaksana dengan baik. Indonesia kembali menjabat sebagai pimpinan APEC pada tahun 2013. Perpindahan kepemimpinan terjadi pada tahun 2012 di KTT APEC yang diselenggarakan di Rusia.

Peran Indonesia lain dalam APEC adalah sebagai tuan rumah KTT APEC pada tahun 1994 dan 2013. Saat itu, Indonesia menjabat sebagai pimpinan APEC pada tahun-tahun tersebut. Pada tahun 1994, KTT APEC diselenggarakan di Bogor. Saat itu, Indonesia menjadi salah satu negara yang mencetuskan adanya target yang harus diraih oleh APEC. Target tersebut sering disebut dengan The Bogor Declaration dan The Bogor Goals. Kedua kesepakatan tersebut yang kemudian dijadikan arah kebijakan dari APEC yaitu menentang adanya suatu blok perdagangan yang sifatnya tertutup serta membuat sebuah sistem perdagangan yang bebas di kawasan Asia Pasifik. Hal ini dilakukan agar perkembangan perdagangan dan investasi di kawasan Asia Pasifik dapat tercapai tanpa adanya hambatan baik yang bersifat tarif maupun non tarif. Selain itu, adanya perdagangan bebas di kawasan Asia Pasifik juga berdampak positif terhadap barang ekspor dari suatu negara karena tersedianya pasar yang lebih luas. Sementara itu, pada tahun 2013, KTT APEC diselenggarakan oleh agen bola di Bali. Tema KTT APEC 2013 adalah Resilient Asia Pacific : The Global Engine Growth. Pada KTT APEC 2013 ini, kekuatan Indonesia pada forum internasional semakin diakui.

Indonesia juga turut berperan dalam pembentukan Economic and Technical Cooperation (ECOTECH). Badan ini merupakan salah satu pelaksanaan dari pilar utama dari pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh APEC. ECOTECH berupaya untuk mengurangi kesenjangan atau perbedaan kekuatan ekonomi yang ada di negara-negara APEC. ECOTECH melaksanakan fungsinya dengan mempercepat pembangunan sumber daya manusia yang ada di negara-negara APEC. Selain itu, ECOTECH juga berupaya agar negara-negara berkembang yang ada di kawasan Asia – Pasifik dapat berubah menjadi negara maju. Saat ini, beberapa kementrian Indonesia berpartisipasi di dalam beberapa badan kerja yang dibentuk oleh APEC seperti EC, STI, dan SCE.